Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Pembangunan jalur Mass Rapid Transit (MRT) Fase 2A CP202 Harmoni-Mangga Besar menjadi salah satu proyek infrastruktur yang paling menantang di ibu kota. PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan, proyek sepanjang 1,8 kilometer ini membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan telah berjalan selama tiga tahun.
Sony Desta, Division Head of Project Management for Construction (PMC) 1 MRT Jakarta, menjelaskan bahwa hingga 25 November 2025, progres pembangunan CP202 baru mencapai 60,2%. Meskipun demikian, pihaknya optimis paket pekerjaan ini akan rampung dan siap dioperasikan pada tahun 2029 mendatang. "Progres CP 202 per 25 November 2025, progresnya 60,2%," ujar Sony saat ditemui di area proyek pembangunan Stasiun MRT Jakarta Sawah Besar, Kamis (27/11/2025).
Pembangunan MRT Fase 2A sendiri dibagi menjadi tiga paket, yaitu CP201 (Bundaran HI-Monas), CP202 (Harmoni-Sawah Besar), dan CP203 (Glodok-Kota). Proyek CP202 dimulai sejak tahun 2022 dan saat ini fokus pada pengeboran terowongan dari Stasiun Sawah Besar menuju Stasiun Mangga Besar.

Related Post
Keunikan dari proyek ini terletak pada desain terowongan yang bertingkat atau stacked tunnel. Berbeda dengan jalur MRT sebelumnya yang sejajar, terowongan pada CP202 dibuat bertumpuk karena keterbatasan lahan di kawasan padat penduduk. Beberapa stasiun bahkan dibangun sedalam 28 meter di bawah tanah dan terdiri dari empat lantai.
Sony menjelaskan, perubahan desain terowongan menjadi bertingkat dimulai setelah melewati Stasiun Harmoni. Hal ini disebabkan oleh menyempitnya lebar jalan Gajah Mada di area Sawah Besar, yang juga dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi dengan struktur bangunan lama. Selain itu, keberadaan kanal air di sekitar lokasi proyek semakin mempersempit area yang dapat digunakan.
"Sehingga di sini sebelah kita kali, sebelah kita gedung gitu ya, kita bangun stasiun di bawah jalan Gajah Mada, sehingga desain yang kita susun itu adalah desain bertingkat," jelas Sony.
Kompleksitas proyek CP202 juga terlihat dari tantangan dalam pengeboran terowongan. Penggunaan dua mesin bor terowongan (TBM), satu di atas dan satu di bawah, tidak dapat dilakukan secara bersamaan.
"Untuk target penyelesaian secara operasional keseluruhan, itu CP202 di akhir 2029 kita targetkan. Sedangkan untuk tunnel sendiri, itu TBM 1 atau terbawah ini kami targetkan di sekitar April 2026 sudah menembus ke Stasiun Mangga Besar. Juga untuk TBM 2 yang di atasnya, kami targetkan di Juli 2026 sudah bisa menembus ke Mangga Besar. Sehingga nanti bulan Agustus (pekerjaan tunnel Fase 2A selesai)," pungkas Sony.








Tinggalkan komentar