Pabrik China "Hijrah" ke Madura, Ribuan Pekerjaan Menanti!

Author Image

Hadi Wibawa

5 Agustus 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Pulau Madura, Jawa Timur, bersiap menyambut gelombang investasi asing dengan rencana relokasi sejumlah pabrik padat karya dari Tiongkok. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kawasan Industri di Guangdong, Tiongkok, dan Wiraraja Madura Industrial Park. Kerja sama ini merupakan bagian integral dari skema "Two Countries Twin Park" yang digagas Indonesia dan Tiongkok.

Akhmad Ma’ruf Maulana, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), mengungkapkan bahwa percepatan proses perizinan menjadi prioritas utama guna merealisasikan investasi ini. Kawasan industri di Bangkalan ditargetkan segera dibangun. Menurut Ma’ruf, relokasi ini didorong oleh kebijakan pemerintah Tiongkok yang tidak lagi mengizinkan operasional beberapa klaster industri tertentu di wilayah asalnya. "Beberapa klaster industri di Tiongkok yang kini tidak lagi diizinkan beroperasi di sana, akan berpindah secara kolektif ke Madura," jelas Ma’ruf dalam sebuah kesempatan di kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta Pusat.

Pabrik China "Hijrah" ke Madura, Ribuan Pekerjaan Menanti!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun nilai investasi spesifik masih dalam tahap perhitungan dan pendataan perusahaan, Ma’ruf memastikan beberapa sektor industri padat karya akan menjadi pionir. Sektor-sektor tersebut meliputi produksi poliester, cokelat, matras atau spring bed, benang, dan beberapa industri lainnya. Ma’ruf menekankan bahwa fokus pada industri padat karya diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja yang signifikan bagi masyarakat lokal. Ia juga menyoroti tren di Tiongkok, di mana banyak pabrik telah beralih ke teknologi kecerdasan buatan (AI), berbeda dengan industri yang akan direlokasi ke Madura yang masih mengandalkan tenaga manusia.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program "Two Countries Twin Park" yang sebelumnya sukses diimplementasikan di Batang dan Semarang. Kawasan industri di Bangkalan ini akan mencetak sejarah sebagai yang pertama di Pulau Madura. "Sebagai kawasan industri perdana di Madura, kami sangat berharap ini akan mendorong penyebaran industrialisasi, tidak hanya terbatas di Jawa Timur, tetapi juga merambah ke seluruh Madura," ujar Airlangga, menggarisbawahi potensi besar proyek ini.

Related Post