Artikel:
Redaksibengkulu.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak banjir dan longsor yang melanda ruas jalan nasional Padang-Bukittinggi, Sumatera Barat. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat langsung menerjunkan alat berat untuk memulihkan akses vital tersebut.
Usai hujan mereda, tim Kementerian PU tanpa menunda waktu langsung melakukan pembersihan material longsor yang menutupi jalan. Selain itu, dilakukan penimbunan badan jalan yang amblas dan pengamanan tebing yang tergerus derasnya air. Kondisi lapangan yang berat, dengan lumpur basah, jalan licin, dan kabut tebal, tidak menyurutkan semangat para pekerja.

Related Post
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama pascabencana. "Jalur Padang-Bukittinggi adalah urat nadi perekonomian Sumatera Barat. Kami berupaya secepat mungkin memulihkan akses ini," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Penanganan difokuskan pada pembersihan longsor, perbaikan badan jalan agar bisa dilalui kendaraan secara terbatas, serta pengalihan aliran Sungai Batang Anai yang bergeser mendekati jalan. Sebanyak 26 unit alat berat dikerahkan dalam proses ini, dan direncanakan akan ada penanganan permanen untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kementerian PU menargetkan akses Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai dapat kembali fungsional terbatas paling lambat 16 Desember 2025. Pemulihan akses ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan memulihkan aktivitas ekonomi yang sempat terganggu.
Selain Lembah Anai, penanganan juga dilakukan pada puluhan ruas jalan nasional lain di Sumatera Barat yang terdampak bencana. Seluruh titik, kecuali Lembah Anai, telah selesai ditangani sementara dan sudah bisa dilalui kendaraan. Total 50 alat berat dikerahkan untuk penanganan jalan nasional di Sumatera Barat, termasuk wheel loader, backhoe, dump truck, excavator, chain saw, pick up, dan truck crane.








Tinggalkan komentar