Pedagang Baju Bekas Ketar-Ketir? Pemerintah Turun Tangan!

Pedagang Baju Bekas Ketar-Ketir? Pemerintah Turun Tangan!

Artikel:

Redaksibengkulu.co.id – Pemerintah melalui Kementerian UMKM berencana menggelar pertemuan krusial dengan para pedagang pakaian bekas impor ilegal atau thrifting pada pekan ini. Pertemuan ini bertujuan untuk memetakan secara detail jumlah produk thrifting yang beredar dan potensi ekonomi yang dihasilkan, di tengah upaya penertiban impor ilegal.

 Pedagang Baju Bekas Ketar-Ketir? Pemerintah Turun Tangan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Langkah ini diambil sebagai respons atas keresahan para pedagang terkait larangan impor pakaian bekas yang telah diberlakukan. Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menekankan pentingnya pertemuan ini untuk mencari solusi terbaik agar para pedagang tetap memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan.

COLLABMEDIANET

"Kita carikan formulasi, kita coba hubungkan dengan produk-produk lokal, brand lokal agar mereka bisa tetap ada substitusi," ujar Temmy saat ditemui di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025). Ia menambahkan, pemerintah ingin duduk bersama dengan para pedagang untuk memahami secara riil jumlah pedagang thrifting dan potensi ekonomi yang selama ini mereka hasilkan.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga akan menampung aspirasi para pedagang, termasuk kemungkinan dukungan dan insentif selama masa transisi ke produk lokal. Temmy tidak menutup kemungkinan adanya bantuan khusus untuk membantu pedagang beralih ke produk lokal.

"Nanti kita duduk diskusi satu meja, kita akan ngomong. Bahwa saat ini mereka masih banyak, kiosk-kios mereka masih sewa. Kalau memang mereka berganti produk, kan kita juga harus ada antisipasi. Produk ini bakal jalan nggak? Pasti akan ada masa transisi, penyesuaiannya. Kita akan bicarakan besok itu," jelasnya.

Meskipun belum banyak pedagang yang beralih menjual produk lokal, Temmy memastikan bahwa sebagian besar pedagang sudah siap untuk bertransisi secara bertahap. Mereka memahami pentingnya mendukung produk lokal, namun meminta agar transisi dilakukan secara bertahap dan tidak drastis.

"Intinya mereka siap kok, siap. Mereka pada saat dengan Pak Menteri, kami siap juga buat produk lokal kok. Cuma mungkin statement mereka kan jangan drastis, jangan langsung. Ada bertahap," pungkas Temmy. Pemerintah menyadari bahwa selama pasokan pakaian bekas impor masih masuk, akan sulit bagi pedagang untuk beralih sepenuhnya ke produk lokal. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menghentikan pasokan ilegal dan mencari solusi terbaik agar para pedagang tetap dapat menjalankan usaha mereka.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar