Pegadaian Meledak! Untung Naik 84,4%, Ini Rahasianya!

Author Image

Hadi Wibawa

18 September 2026, 05:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – PT Pegadaian (Persero), entitas yang selama lebih dari satu abad identik dengan layanan gadai, kini sukses bertransformasi menjadi pilar utama dalam ekosistem emas nasional. Perusahaan pelat merah ini tidak hanya sekadar bertahan, melainkan mencatat lonjakan laba bersih yang fantastis, mencapai Rp 6,59 triliun pada Semester I 2026. Angka ini melonjak 84,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebuah pencapaian yang bahkan menarik perhatian Presiden RI Prabowo Subianto.

Fakta bahwa sekitar 90 persen portofolio gadai perusahaan telah berbentuk emas menjadi landasan kuat bagi Pegadaian untuk merambah lini bisnis yang lebih luas dan inovatif. Transformasi ini menjadi sorotan utama dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026. "Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di 6 bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%. Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%. Untung bersih PT Pertamina naik 86%. Untung bersih Pegadaian naik 84,4%," ujar Prabowo, menggarisbawahi kinerja impresif Pegadaian.

Pegadaian Meledak! Untung Naik 84,4%, Ini Rahasianya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Izin OJK dan Ekosistem Bank Emas

Titik balik krusial dalam perjalanan transformasi ini terjadi pada akhir 2024, ketika Pegadaian secara resmi mengantongi izin usaha bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin ini menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memiliki kewenangan penuh untuk menjalankan Layanan Bank Emas, sebuah langkah strategis yang membuka gerbang menuju peluang bisnis yang lebih besar.

Ekspansi bisnis ini tidak lepas dari dukungan digitalisasi yang masif melalui aplikasi "Tring! by Pegadaian". Aplikasi ini merupakan hasil rebranding dari Pegadaian Digital yang diluncurkan pada 8 Oktober 2025 di Jakarta. Tring! hadir dengan antarmuka yang lebih modern, fitur yang semakin lengkap, dan sistem keamanan yang ditingkatkan, memungkinkan nasabah bertransaksi emas tanpa perlu mengunjungi outlet fisik.

"Pegadaian menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Aplikasi Tring! memastikan keamanan data nasabah terjamin dan aset emas yang dimiliki nasabah dijamin fisiknya serta tersimpan dengan standar keamanan terbaik," tegas Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan.

Menariknya, Tring! berhasil mengintegrasikan layanan Pegadaian konvensional dan Pegadaian Syariah dalam satu platform, menghadirkan konsep ‘1 User ID, Semua Kebutuhan’. Ini berarti pengguna cukup melakukan registrasi dan verifikasi data satu kali untuk mengakses beragam kebutuhan finansial mereka, menghemat waktu dan menyederhanakan pengalaman bertransaksi.

Kinerja Keuangan yang Melambung Tinggi

Transformasi bisnis yang didukung digitalisasi ini terbukti membawa dampak positif signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang Semester I 2026, Pegadaian tidak hanya mencatat laba bersih Rp 6,59 triliun, tetapi juga pertumbuhan aset yang mencapai Rp 186,33 triliun, melonjak 53,9% dari Rp 121,1 triliun pada tahun sebelumnya.

Pencapaian ini turut ditopang oleh Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 155,1 triliun, naik 52,7% dari Rp 101,5 triliun. Kualitas pembiayaan juga semakin sehat, dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,81% pada 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.

Damar Latri Setiawan mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian," ujarnya.

Ia menambahkan, emas tetap menjadi instrumen investasi favorit masyarakat karena karakteristiknya sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global. "Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional," imbuhnya.

Empat Pilar Layanan Bank Emas

Layanan Bank Emas Pegadaian dirancang komprehensif, terdiri dari empat produk utama yang melengkapi lini bisnis emas yang sudah ada seperti Tabungan Emas dan Cicil Emas:

  1. Deposito Emas: Memungkinkan nasabah menyimpan emas fisik atau saldo emas dengan tenor tertentu, serta memperoleh imbal hasil berupa tambahan gramasi emas setiap periode, sehingga nilai aset terus bertumbuh.
  2. Pinjaman Modal Kerja Emas: Ditujukan bagi pelaku industri emas, seperti pengrajin dan pedagang perhiasan, yang membutuhkan modal usaha. Pinjaman ini diberikan dan dikembalikan dalam bentuk emas fisik, melindungi pelaku usaha dari risiko fluktuasi harga emas dunia.
  3. Jasa Titipan Emas Korporasi: Menyediakan layanan penyimpanan bagi entitas bisnis yang membutuhkan vault berstandar keamanan internasional tanpa harus membangun fasilitas penyimpanan sendiri.
  4. Perdagangan Emas: Melayani transaksi jual-beli emas batangan maupun perhiasan secara langsung melalui anak usaha Pegadaian, Galeri 24.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, menegaskan komitmen perusahaan. "Kami menyediakan produk berbasis emas yang komprehensif, mulai dari Deposito Emas, Titipan Emas Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga perdagangan emas. Kami juga menyediakan opsi investasi emas seperti cicil emas dan menabung emas yang dapat diakses langsung melalui aplikasi Tring!," jelas Selfie.

Dari gadai konvensional hingga ekosistem bank emas yang terintegrasi, perjalanan bisnis Pegadaian menunjukkan bagaimana transformasi strategis dan inovasi digital mampu membuka peluang pertumbuhan baru yang masif. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi kuat bagi perusahaan untuk terus memperluas akses layanan keuangan yang relevan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional, mewujudkan semangat "MengEMASkan Indonesia".

Related Post