Redaksibengkulu.co.id – Isu pertemuan puncak antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, semakin menguat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan agenda penting ini, yang disebut-sebut akan menjadi penanda rampungnya dokumen kerja sama perdagangan bilateral kedua negara.
Airlangga mengungkapkan bahwa dirinya akan segera bertolak ke Negeri Paman Sam dalam waktu dekat untuk menuntaskan aspek hukum dari kesepakatan dagang tersebut. "Tim delegasi Indonesia sudah berada di Amerika dan telah memulai pembahasan. Saya sendiri akan menyusul lusa," ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (15/12/2025).
Menurut Airlangga, lazimnya dokumen kerja sama strategis semacam ini akan diteken langsung oleh kepala negara masing-masing, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Meskipun ia belum dapat memastikan sepenuhnya, proses ini masih dalam tahap pembahasan intensif. "Biasanya memang seperti itu, kita tunggu saja perkembangannya," imbuh Airlangga.

Related Post
Pemerintah kedua negara, lanjut Airlangga, telah menyiapkan agenda pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump setelah seluruh dokumen rampung. Ia menegaskan bahwa pertemuan puncak tersebut tidak akan terjadi di penghujung tahun ini. "Nanti akan diatur pertemuan Bapak Presiden dengan Presiden Trump. Tidak di akhir tahun ini," jelasnya. Ketika dimintai penegasan, Airlangga menambahkan, "Kita lihat nanti setelah pembahasan selesai, kemungkinan besar tahun depan."
Airlangga juga menjelaskan bahwa pemberlakuan kesepakatan dagang ini sangat bergantung pada substansi dokumen kerja sama dan penandatanganan resmi oleh kedua pemimpin. "Tentu setelah ditandatangani. Nanti akan ada kesepakatan kapan mulai berlakunya," pungkasnya.








Tinggalkan komentar