Produksi Industri RI Tersendat! Ini Penyebabnya

Produksi Industri RI Tersendat! Ini Penyebabnya

Redaksibengkulu.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan fakta mengejutkan: mayoritas pelaku industri manufaktur di Indonesia masih menahan produksi. Hal ini terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2025 yang menunjukkan kontraksi pada variabel produksi. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, memaparkan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025), bahwa variabel produksi IKI Agustus 2025 terkontraksi 4,15 poin, menjadi 44,84. Namun, Febri menekankan, ini bukan berarti seluruh pabrik berhenti beroperasi.

"Bukan berarti semua pabrik berhenti produksi, tetapi banyak yang menahan produksi, masih banyak yang wait and see," jelas Febri. Ia menambahkan, pelaku industri masih mampu memenuhi permintaan pasar berkat stok yang melimpah di gudang. Hal ini terlihat dari peningkatan variabel pesanan produk (57,38) dan variabel persediaan produk (57,04) pada IKI Agustus 2025. Kenaikan tersebut mengindikasikan tingginya permintaan produk manufaktur Indonesia, baik domestik maupun ekspor, serta menumpuknya stok barang di gudang.

Produksi Industri RI Tersendat! Ini Penyebabnya
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menariknya, impor bahan baku dan barang konsumsi justru stagnan selama dua bulan terakhir (Juni-Juli). Fenomena ini selaras dengan penurunan variabel produksi Agustus 2025. Febri menjelaskan, selain ketidakpastian ekonomi global dan domestik, kendala pasokan bahan baku, terutama gas bumi, turut menjadi penyebabnya. Khususnya, Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang sempat mengalami kendala pasokan membuat pelaku industri ragu untuk meningkatkan produksi.

COLLABMEDIANET

"Kami mengapresiasi langkah cepat Menteri ESDM dalam mengantisipasi masalah pasokan gas dan memastikan harga gas yang diterima industri sesuai regulasi," tambah Febri. Situasi ini menunjukkan kompleksitas tantangan yang dihadapi sektor industri manufaktur Indonesia saat ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar