Redaksibengkulu.co.id – Kabar baik bagi para wisatawan! Setelah sukses di Jepang, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bersiap melebarkan sayapnya ke China. Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBoC) tengah memperkuat kerja sama transaksi mata uang lokal (LCT) untuk perdagangan dan investasi bilateral. Langkah ini membuka jalan bagi penggunaan QRIS di Negeri Tirai Bambu.
"Sinergi BI dan PBoC menghadirkan inovasi nyata lewat LCT, dan segera menyusul QRIS antarnegara," demikian unggahan Instagram resmi BI (@bank_indonesia) pada Sabtu (13/9/2025). BI menekankan manfaat efisiensi transaksi, biaya konversi yang lebih rendah, dan dukungan terhadap stabilitas keuangan.
"Transaksi lintas negara Indonesia-China akan lebih efisien, praktis, dan aman. Mulai dari perdagangan, investasi, hingga belanja sehari-hari akan lebih lancar!" tambah BI dalam keterangannya. BI juga menyebut kerja sama ini sebagai momentum untuk memperkuat Rupiah dan membuka peluang ekonomi baru.

Related Post
Saat ini, penggunaan QRIS antarnegara dengan China masih dalam tahap uji coba terbatas (sandbox). Namun, jika sudah beroperasi penuh, warga Indonesia dapat bertransaksi di China dengan mudah menggunakan QRIS, begitu pula sebaliknya.
Sebelumnya, BI telah meluncurkan QRIS lintas negara dengan Jepang pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan HUT ke-78 RI, meskipun implementasi transaksinya efektif pada akhir Agustus. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebut kerja sama ini memudahkan sekitar 500 ribu wisatawan Indonesia dan Jepang setiap tahunnya. "Mereka cukup menggunakan smartphone," ujarnya.
Selain Jepang, QRIS antarnegara juga telah digunakan di Thailand, Malaysia, dan Singapura. Keberhasilan ini menunjukkan potensi QRIS sebagai alat pembayaran digital yang handal dan diterima secara internasional.









Tinggalkan komentar