Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencetak sejarah baru dengan mencairkan anggaran fantastis sebesar Rp 32,1 triliun hanya dalam kurun waktu satu setengah bulan. Dana jumbo ini dialokasikan untuk mendukung seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa angka pencairan ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia berdiri.
Dadan menjelaskan, distribusi anggaran ini telah diatur secara cermat: 70% dialokasikan untuk pembelian bahan baku, 20% untuk biaya operasional, dan 10% sisanya diperuntukkan sebagai insentif bagi para pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis. "Hari ini Badan Gizi sudah mencairkan Rp 32,1 triliun, dan belum pernah ada sepanjang sejarah Republik Indonesia sebuah kementerian yang mampu mencairkan dana sebesar ini dalam waktu sesingkat satu setengah bulan," tegas Dadan saat berbicara dalam acara Indonesia Economic Outlook 2025 di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat (13/2/2026).
Untuk tahun anggaran ini, BGN sendiri mengantongi alokasi dana sebesar Rp 268 triliun, yang kemudian diperkuat dengan tambahan dana cadangan sebesar Rp 67 triliun. Secara total, anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai angka fantastis sekitar Rp 335 triliun. Menariknya, sekitar 93% dari total anggaran tersebut disalurkan secara langsung melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) menuju SPPG yang tersebar di berbagai pelosok daerah.

Related Post
Dadan juga merinci sebaran SPPG yang masif di berbagai provinsi. Sebagai contoh, Provinsi Aceh kini memiliki 608 SPPG, sementara Jawa Barat mencatatkan angka yang jauh lebih tinggi, yakni 5.295 SPPG. Menurutnya, keberadaan ribuan SPPG ini menjadi indikator langsung terhadap perputaran roda ekonomi di masing-masing wilayah.
"Ini mencerminkan jumlah uang yang beredar di daerah tersebut. Jika ada 608 SPPG, itu berarti sekitar Rp 608 miliar beredar di Aceh setiap bulannya. Demikian pula di Jawa Barat, dengan 5.295 SPPG, maka ada sekitar Rp 5,29 triliun yang berputar di provinsi tersebut setiap bulan," jelas Dadan.
Dengan demikian, proyeksi peredaran uang di masyarakat dalam kurun waktu satu setengah bulan terakhir diperkirakan mencapai Rp 29 triliun. Dana ini, lanjut Dadan, tidak hanya besar namun juga tersebar merata dan dimiliki oleh masyarakat di seluruh provinsi, menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dan inklusif.









Tinggalkan komentar