Redaksibengkulu.co.id mengamati geliat persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Pontianak. Kota khatulistiwa ini kini diselimuti antusiasme warga yang mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan dan toko-toko khusus, berburu lampion serta aneka hiasan gantung khas Tionghoa. Fenomena menarik yang terungkap adalah variasi harga yang mencolok, di mana sepasang lampion dapat diboyong dengan harga terendah Rp30 ribu, namun tak sedikit pula yang mencapai angka fantastis Rp1 juta.
Perburuan ornamen Imlek ini bukan sekadar transaksi jual beli biasa, melainkan cerminan dari semangat menyambut datangnya tahun baru dalam kalender lunar. Lampion, dengan warna merah menyala dan bentuknya yang khas, menjadi simbol keberuntungan dan kemeriahan. Selain lampion, berbagai hiasan gantung lain seperti angpao dekoratif, gantungan simpul keberuntungan, hingga kaligrafi Tionghoa turut menjadi incaran untuk memperindah kediaman dan tempat usaha menjelang hari raya yang jatuh pada awal Februari 2026 ini.
Rentang harga yang begitu lebar, dari puluhan ribu hingga menyentuh jutaan rupiah per pasang, mengindikasikan beragamnya pilihan yang tersedia bagi konsumen. Lampion dengan harga terjangkau umumnya memiliki ukuran lebih kecil, material sederhana, dan desain standar. Sebaliknya, lampion premium yang dibanderol hingga Rp1 juta biasanya menawarkan kualitas bahan yang superior, ukuran yang lebih besar, detail ukiran atau lukisan tangan yang rumit, serta mungkin diimpor dari Tiongkok dengan desain eksklusif. Hal ini memungkinkan setiap lapisan masyarakat untuk tetap bisa merayakan Imlek dengan nuansa yang meriah sesuai anggaran masing-masing.

Related Post
Puncak perburuan hiasan Imlek ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga beberapa hari menjelang perayaan utama. Fenomena ini tidak hanya menguntungkan para pedagang lokal, tetapi juga secara signifikan memperkuat atmosfer kemeriahan yang kental di seluruh penjuru kota Pontianak, menandai datangnya salah satu hari raya terpenting bagi komunitas Tionghoa.









Tinggalkan komentar