TERUNGKAP! LPG Bakal Diganti DME, Siapkah Anda?

TERUNGKAP! LPG Bakal Diganti DME, Siapkah Anda?

Redaksibengkulu.co.id – Sebuah langkah strategis dan ambisius tengah disiapkan pemerintah untuk mengubah lanskap energi rumah tangga di Indonesia. Rencana penggantian Liquified Petroleum Gas (LPG) dengan Dimethyl Ether (DME) untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya memasak, akan segera bergulir tahun ini. Kebijakan ini bukan sekadar inovasi, melainkan upaya krusial untuk memangkas angka impor LPG yang selama ini membebani keuangan negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan urgensi transisi ini. Menurutnya, konsumsi LPG nasional saat ini jauh melampaui kapasitas produksi dalam negeri. "Sekarang konsumsi kita LPG dengan hadirnya Pabrik Lotte itu kurang lebih sekitar 10 juta ton per tahun. Dari 10 juta ton, kapasitas produksi dalam negeri kita hanya 1,6 juta. Artinya kita itu impor 8,4 juta ton untuk menuhi kebutuhan dalam negeri. Berapa ratus triliun itu devisa kita keluar," ungkap Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

TERUNGKAP! LPG Bakal Diganti DME, Siapkah Anda?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bahlil menambahkan, masalah utama terletak pada ketersediaan bahan baku. Gas domestik Indonesia didominasi oleh C1 dan C2, sementara bahan baku LPG adalah C3 dan C4 yang relatif langka. "Mau tidak mau harus ada institusi impor. Nah, caranya adalah memanfaatkan baku barang low kalori untuk DME. Itu bisa dipakai untuk mengganti LPG," jelasnya, menyoroti potensi besar bahan baku berkalori rendah yang melimpah di Indonesia.

COLLABMEDIANET

DME: Solusi Mirip LPG dengan Segudang Keunggulan

Mengutip situs Kementerian ESDM, DME memiliki karakteristik kimia dan fisika yang sangat mirip dengan LPG. Kesamaan ini menjadi angin segar, sebab infrastruktur LPG yang sudah ada – mulai dari tabung, fasilitas penyimpanan, hingga sistem penanganan – dapat dimanfaatkan kembali untuk DME. Bahkan, campuran 20% DME dengan 80% LPG diklaim dapat digunakan pada kompor gas eksisting tanpa perlu modifikasi.

Keunggulan DME tidak berhenti di situ. Bahan bakar ini dapat diproduksi dari beragam sumber energi, termasuk yang terbarukan seperti biomassa, limbah, dan Coal Bed Methane (CBM). Namun, untuk saat ini, batu bara berkalori rendah dinilai sebagai bahan baku paling ideal untuk pengembangan industri DME di Indonesia.

Perbandingan dan Dampak Lingkungan yang Positif

Meskipun kandungan panas (calorific value) DME sebesar 7.749 Kcal/Kg lebih rendah dibandingkan LPG yang mencapai 12.076 Kcal/Kg, DME memiliki massa jenis yang lebih tinggi. Ini berarti, secara praktis, perbandingan kalori antara DME dan LPG adalah sekitar 1 berbanding 1,6, menunjukkan efisiensi yang kompetitif.

Salah satu aspek paling menonjol dari DME adalah dampak positifnya terhadap lingkungan. DME mudah terurai di udara, tidak merusak lapisan ozon, dan secara signifikan meminimalisir emisi gas rumah kaca hingga 20%. Sebagai perbandingan, jika LPG menghasilkan emisi 930 kg CO2 per tahun, penggunaan DME diperkirakan akan menurunkannya menjadi 745 kg CO2. Selain itu, nyala api DME dikenal lebih biru dan stabil, tidak menghasilkan partikulat (pm) dan NOx, serta bebas sulfur, menjanjikan pembakaran yang lebih bersih. DME sendiri merupakan senyawa eter paling sederhana dengan rumus kimia CH3OCH3 yang berwujud gas, memungkinkan proses pembakaran yang lebih cepat.

Tantangan dan Komitmen Pengembangan

Meski potensinya besar, industri DME di Indonesia masih dalam tahap awal. Kementerian ESDM berkomitmen penuh untuk mengembangkan ekosistem pendukung teknis di dalam negeri, baik dari sisi produksi maupun pemanfaatan, guna memastikan transisi energi ini berjalan mulus dan berkelanjutan.

Dengan segala pertimbangan dan potensi yang ditawarkan DME, pertanyaan besar kini kembali kepada masyarakat. Apakah Anda siap dan setuju dengan langkah pemerintah mengganti LPG dengan DME? Transisi ini diharapkan tidak hanya menghemat devisa negara yang mencapai ratusan triliun rupiah, tetapi juga membawa Indonesia menuju kemandirian energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar