Redaksibengkulu.co.id – Kabar mengejutkan mengguncang jagat e-commerce Indonesia. Tokopedia, raksasa belanja online Tanah Air, dikabarkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Meskipun manajemen Tokopedia masih bungkam, isu ini telah menyebar luas di media sosial, memicu spekulasi dan kekhawatiran. Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, mencurigai akuisisi ByteDance (induk perusahaan TikTok) sebagai pemicunya.
"Saya melihat situasi di Tokopedia sebagai dampak dari akuisisi strategis ByteDance pada Desember 2023, di mana TikTok menjadi pemegang saham mayoritas," ungkap Heru. Sejak akhir 2023, Tokopedia resmi bergabung dengan TikTok Shop, menjadikan ByteDance sebagai pemegang saham mayoritas dan GoTo sebagai minoritas.
Heru menduga PHK, meskipun belum dikonfirmasi, merupakan bagian dari restrukturisasi pasca-merger untuk meningkatkan efisiensi operasional. Harapan awal agar PHK dapat dihindari ternyata tak terwujud. "Ini mungkin langkah korporasi di industri digital yang memprioritaskan efisiensi," tambahnya.

Related Post
Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, mengungkapkan belum menerima konfirmasi resmi terkait kabar PHK tersebut. Ia mengakui adanya penyesuaian organisasi pasca-merger dengan TikTok Shop, dan isu PHK gelombang selanjutnya beredar, namun jumlah karyawan yang terdampak masih belum pasti.
Rumor pemindahan operasional ke China atau Singapura dibantah Budi. Ia melihat komitmen ByteDance untuk terus berinvestasi di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, mengingat Indonesia merupakan pasar e-commerce terbesar kedua bagi ByteDance setelah Amerika Serikat.
Budi berharap klarifikasi resmi segera dikeluarkan oleh perusahaan atau Kementerian Ketenagakerjaan untuk menghindari spekulasi. idEA akan terus memantau perkembangan ini demi menjaga ekosistem e-commerce yang sehat dan kondusif.









Tinggalkan komentar