Dolar AS Menggila, Kontraktor Menjerit: Proyek Terancam?

Author Image

Hadi Wibawa

12 Juni 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Gejolak nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran di sektor konstruksi nasional. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengakui telah menerima keluhan serius dari para kontraktor terkait lonjakan harga bahan bangunan. Kenaikan ini, menurut Dody, dipicu oleh terus menguatnya Dolar AS yang menekan Rupiah.

Dody Hanggodo, saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/6/2026), membenarkan adanya protes tersebut. "Iya lah (kontraktor protes), pasti lah. Ya semuanya, kan harga semua naik. Semen naik, aspal naik, besi naik, baja naik," tegas Dody, mengutip keluhan yang diterimanya. Kenaikan harga material dasar ini dikhawatirkan akan membengkakkan biaya proyek secara signifikan.

Dolar AS Menggila, Kontraktor Menjerit: Proyek Terancam?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi situasi ini, Dody mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah proaktif dengan berkirim surat kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Surat tersebut bertujuan untuk meminta arahan dan panduan lebih lanjut mengenai penyesuaian kebijakan di tengah fluktuasi harga yang tidak menentu.

"Saya sudah bersurat ke LKPP untuk minta arahan kayak gitu. Tapi kan saya juga punya diskresi untuk bisa menaikkan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) itu. Tapi tetap ada prosesnya, kan?" jelas Dody. Diskresi ini memberikan kewenangan kepada Menteri untuk menyesuaikan estimasi biaya proyek, namun tetap harus melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku agar akuntabilitas tetap terjaga.

Meski demikian, ketika ditanya apakah pelemahan Rupiah ini akan berdampak pada pembengkakan biaya proyek pemerintah yang sedang berjalan, Dody mengaku belum melihat adanya kendala signifikan. "So far sih nggak ada pengaruh, sih. Masih berjalan biasa saja," pungkasnya, menunjukkan bahwa proyek-proyek vital pemerintah masih dapat beroperasi sesuai rencana, setidaknya untuk saat ini.

Related Post