Prabowo & Modi: Sinergi Raksasa Asia untuk Energi Bersih!
Redaksibengkulu.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengundang India untuk berkolaborasi dalam proyek ambisius pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan teknologi nuklir. Ajakan strategis ini disampaikan saat Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Selasa, 7 Juli 2026. Kolaborasi ini disebut-sebut krusial untuk memperkuat ketahanan energi kedua negara di tengah dinamika global.

Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo menegaskan urgensi kerja sama ini. "Di tengah situasi global saat ini, kami juga mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan energi, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, serta saling tukar teknologi dan kapasitas di bidang teknologi nuklir," ujar Prabowo, menggarisbawahi pentingnya inovasi dan kemandirian energi.
Also Read
Tak hanya sektor energi, Prabowo juga menyoroti kerja sama ekonomi sebagai fondasi utama hubungan bilateral kedua negara. Indonesia, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk mendongkrak volume perdagangan bilateral secara substansial. Salah satu langkah konkretnya adalah percepatan pembahasan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA) antara Indonesia dan India.
Selain itu, Jakarta juga menginisiasi ajakan kepada New Delhi untuk meninjau dan memperbarui Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN-India (ASEAN-India Trade in Goods Agreement/AITIGA). Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kerangka perdagangan yang lebih relevan dan menguntungkan bagi seluruh pihak.
Kemitraan strategis antara Indonesia dan India tidak berhenti di situ. Kedua negara juga sepakat untuk memperdalam kerja sama dalam pengembangan kapasitas di berbagai bidang, meliputi teknologi baru, upaya penanggulangan kejahatan lintas negara, hingga pembangunan infrastruktur digital yang inklusif.




