Redaksibengkulu.co.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) siap menggebrak kawasan Dukuh Atas dengan proyek ambisius: Fasilitas Pejalan Kaki (Pedestrian Deck) yang dijuluki Jembatan ‘Donat’. Proyek megah senilai Rp 300 miliar ini kini memasuki tahap tender, menandai langkah awal mewujudkan integrasi transportasi yang lebih mulus di jantung Ibu Kota.
Menurut Agus Trihan, Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, struktur baja akan menjadi tulang punggung proyek ini. Dengan diameter mencapai 100 meter dan ketinggian sekitar 8 meter dari permukaan Jalan Sudirman, jembatan futuristik ini dirancang untuk tetap memberikan ruang aman bagi akses pemadam kebakaran. "Anggaran kasar yang kami umumkan untuk proyek ini adalah sekitar Rp 300 miliar, dan saat ini sedang dalam proses tender," jelas Agus dalam keterangannya kepada awak media baru-baru ini.

Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas merupakan bagian integral dari pengembangan Transit Oriented Development (TOD) yang digagas MRT Jakarta. Kawasan strategis ini nantinya akan menjadi titik temu bagi enam moda transportasi utama, meliputi MRT, LRT, Transjakarta, kereta bandara, hingga KRL Commuter Line.
Also Read
Kehadiran jembatan penghubung ini diproyeksikan akan membawa efisiensi waktu perjalanan yang signifikan. Pengguna moda transportasi dapat menghemat waktu perpindahan antar moda sekitar 2-3 menit. Bahkan, untuk rute spesifik seperti penyeberangan dari kawasan Landmark Tower menuju Shangri-La, penghematan waktu diperkirakan mencapai 4-5 menit. "Saat ini, rute dari Landmark ke Shangri-La cukup memutar dan memakan waktu. Dengan Pedestrian Deck ini, kami yakin akan ada penghematan waktu yang substansial," tambah Agus.
Terkait pendanaan, Sagita Devi, TOD Planning Department Head MRT Jakarta, menegaskan bahwa proyek ini akan sepenuhnya didanai oleh MRT Jakarta tanpa melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Untuk pendanaan, ini murni dari MRT. Sekitar 50% akan menggunakan investasi MRT, sementara sisanya 50% lagi sedang kami rencanakan untuk menggunakan skema pinjaman," terang Sagita.
Jika proses tender berjalan lancar, kontraktor ditargetkan dapat memulai pekerjaan fisik pada November 2026 dan diharapkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2028. Agus Trihan juga menepis kekhawatiran publik terkait nasib Patung Sudirman. Ia memastikan bahwa pembangunan Pedestrian Deck ini tidak akan berdampak negatif pada ikon Jakarta tersebut. "Dulu sempat ada rumor Patung Sudirman akan dibongkar. Justru sebaliknya, kami menciptakan ‘ruang bernafas’ agar masyarakat bisa menikmati Patung Sudirman dari dalam Pedestrian Deck," pungkas Agus, menjamin bahwa proyek ini akan mempercantik dan mengoptimalkan fungsi kawasan Dukuh Atas tanpa mengorbankan nilai sejarah dan estetika.




