Author Image

Hadi Wibawa

6 Agustus 2026, 20:25 WIB

Mengejutkan! China-Rusia Berebut Garap Kereta Kalimantan

Redaksibengkulu.co.id – Dua kekuatan ekonomi global, Tiongkok dan Rusia, menunjukkan minat serius untuk berinvestasi dalam pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia tengah aktif menjajaki potensi kerja sama dengan kedua negara tersebut untuk merealisasikan proyek infrastruktur vital ini.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dudy menjelaskan, komunikasi intensif terus dilakukan dengan calon investor dari Beijing dan Moskow. Saat ini, kedua pihak masih dalam tahap perhitungan kelayakan bisnis yang mendalam sebelum secara resmi mengajukan proposal. "Kami sudah menjajaki, baik dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri, dan Tiongkok serta Rusia termasuk yang sudah kami dekati," ujar Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).

Pemerintah, lanjut Dudy, kini menanti pengajuan proposal resmi yang akan menjadi dasar tindak lanjut. Ia menambahkan bahwa para investor dari Tiongkok maupun Rusia dipastikan sedang menyusun perhitungan kelayakan secara cermat sebelum menyampaikan penawaran. "Mereka pasti sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti akan menyampaikan proposal ke kita," tambahnya, mengindikasikan bahwa proses due diligence oleh investor sedang berjalan.

Minat asing ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya telah menargetkan pembangunan jaringan kereta api baru di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Proyek ambisius ini dikenal sebagai Trans Sumatera Railway dan Trans Kalimantan Railway. Presiden Prabowo secara khusus menugaskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk merealisasikan target tersebut.

Sementara itu, untuk proyek Jalur Kereta Trans Sumatera, Dudy menyebutkan bahwa sebagian lintasan sudah tersedia dan hanya memerlukan penyambungan antar segmen. PT KAI Logistik, anak perusahaan KAI, dilaporkan telah menyatakan ketertarikan kuat untuk mengembangkan proyek di Pulau Sumatera ini.

Ketika ditanya mengenai proyek mana yang akan lebih dulu digarap, Dudy menegaskan bahwa hal itu sangat bergantung pada hasil studi kelayakan dan keputusan strategis masing-masing investor. "Tergantung investornya tentunya. Mana yang menurut mereka lebih apa, lebih feasible ya untuk mereka garap," jelasnya. Ia menambahkan bahwa KAI Logistik cenderung lebih berminat pada pengembangan di Sumatera, mengisyaratkan potensi percepatan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, dalam peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026), Presiden Prabowo secara eksplisit meminta jaringan kereta api di Sumatera dapat terhubung dari titik paling selatan, Bakauheni di Lampung, hingga ke titik paling utara di Aceh. Sebuah target yang menantang namun strategis untuk konektivitas nasional.


Related Post