Nataru 2027 Makin Dekat! Tol Jogja-Solo Segera Beroperasi Penuh!

Author Image

Hadi Wibawa

9 Agustus 2026, 08:26 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Kabar gembira bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo (Jogja-Solo) dipastikan akan dibuka dan dapat diakses secara penuh menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027. Jasa Marga, melalui Direktur Utamanya Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa percepatan pembangunan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Pembangunan infrastruktur vital ini, yang dikelola oleh PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) dan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) untuk ruas Yogyakarta-Bawen, diharapkan tidak hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Nataru 2027 Makin Dekat! Tol Jogja-Solo Segera Beroperasi Penuh!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan data terbaru per 24 Juni 2026, progres fisik Jalan Tol Jogja-Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 km telah mencapai angka impresif 92,54%. Angka ini bahkan melampaui target awal dengan deviasi positif 0,20%, menunjukkan efisiensi kerja yang dilakukan di lapangan.

Tak hanya itu, perkembangan positif juga terlihat pada Jalan Tol Jogja-Bawen. Seksi 6 Ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 km telah menorehkan progres konstruksi 98,68% per 3 Juli 2026, dengan proyeksi operasional penuh pada akhir tahun 2026. Sementara itu, kesiapan lahan untuk Akses Bokoharjo, yang krusial untuk konektivitas, telah mencapai 99,38% per 1 Juli 2026.

"Dengan rampungnya seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA), proyek ini siap untuk segera dieksekusi secara masif agar dapat beroperasi tepat waktu," jelas Rivan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/8/2026).

Jasa Marga juga tengah fokus pada percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani. Akses ini dirancang untuk terintegrasi dengan Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) 2 serta rute alternatif Prambanan-Gading, yang merupakan jalur utama menuju kawasan selatan DIY.

Rivan menambahkan, "Pengembangan akses ini kami lakukan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul dan sekitarnya." Akses Bokoharjo ditargetkan dapat beroperasi fungsional untuk mendukung kelancaran arus Nataru 2026/2027 serta Lebaran 2027.

Komitmen ini diperkuat melalui audiensi jajaran Direksi Jasa Marga dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta pada Kamis (06/08). Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan menyambut baik dan mendukung penuh percepatan pembangunan jalan tol di wilayah DIY.

"Dari Jasa Marga menyampaikan laporan kemajuan pembangunan tol yang diharapkan bisa dipercepat, termasuk pembebasan lahan. Laporan sejauh ini tidak ada masalah. Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat," tegas Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan pentingnya kualitas dan manfaat bagi publik.

Sehari sebelumnya, pada Rabu (5/8), jajaran Direksi Jasa Marga juga melakukan kunjungan kerja ke Gerbang Tol Purwomartani bersama Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. Dalam kesempatan itu, Rivan menjelaskan bahwa Akses Bokoharjo juga akan mempermudah akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan.

"Akses ini akan menjadi gerbang utama yang mempermudah mobilitas wisatawan menuju klaster destinasi favorit seperti Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, hingga Tebing Breksi. Kami berharap kehadiran akses ini dapat menjadi pintu masuk tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, sehingga sektor pariwisata Yogyakarta dan Gunungkidul berkembang secara berkelanjutan," pungkas Rivan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, proyek infrastruktur strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan wilayah DIY.

Related Post