TERPARAH! Ratusan Penerbangan Batal Akibat Asap Kalimantan!

Author Image

Hadi Wibawa

22 Agustus 2026, 08:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Sektor penerbangan di Indonesia kembali dihadapkan pada tantangan serius. Ratusan jadwal penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, terpaksa dibatalkan atau mengalami penundaan signifikan. Penyebab utamanya adalah kabut asap tebal yang menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masif. Kondisi ini secara langsung mengganggu jarak pandang (visibility) yang krusial bagi keselamatan operasional penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas mutlak. "Asap tebal telah membuat jarak pandang berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan. Apabila kondisi ini terjadi, penerbangan wajib ditunda, dialihkan, atau bahkan dibatalkan demi menjamin keamanan seluruh penumpang dan kru," ujar Lukman dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026). Ia menambahkan, pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

TERPARAH! Ratusan Penerbangan Batal Akibat Asap Kalimantan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan pantauan terkini, Bandara Singkawang (SKJ) di Kalimantan Barat menjadi titik paling terdampak parah. Pada tanggal 16 Agustus 2026, dengan jarak pandang hanya sekitar 3.000 meter, maskapai TransNusa harus membatalkan penerbangan rute Bandara Soekarno-Hatta (CGK) – Singkawang (SKJ) yang membawa 174 penumpang, serta rute sebaliknya dengan 153 penumpang. Super Air Jet juga mengalami nasib serupa, membatalkan penerbangan CGK-SKJ untuk 180 penumpang dan SKJ-CGK untuk 87 penumpang. Dampak serupa berlanjut pada 18 Agustus (jarak pandang 2.000 meter) dan 19 Agustus (jarak pandang 2.500 meter), dengan ratusan penumpang dari kedua maskapai tersebut kembali terdampak pembatalan.

Bagi para penumpang yang perjalanannya terdampak, pihak maskapai menyediakan opsi penanganan berupa pengembalian dana penuh (full refund) atau perubahan jadwal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.

Pemantauan intensif juga dilakukan di berbagai bandar udara lain di Kalimantan. Di Kalimantan Timur, tujuh bandara menjadi fokus pengawasan, meliputi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan. Empat di antaranya, yakni Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan, dilaporkan masih beroperasi normal, sementara sisanya terus dalam pengawasan ketat.

Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Tengah, di mana dari sembilan bandara yang dipantau (Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, dan Bandara Khusus Puruk Cahu), Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu masih beroperasi tanpa hambatan. Namun, Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) turut merasakan imbas asap. Beberapa penerbangan NAM Air mengalami keterlambatan signifikan, seperti rute CGK-PKN yang mundur dari pukul 07.00 menjadi 08.50 WIB, PKN-SRG dari 07.30 menjadi 09.38 WIB, SRG-PKN dari 10.15 menjadi 12.05 WIB, dan PKN-SUB dari 10.45 menjadi 12.34 WIB.

Di ujung utara Kalimantan, pemantauan juga berlangsung di enam bandara Kalimantan Utara, yaitu Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan dilaporkan beroperasi normal, sedangkan bandara lainnya terus dipantau.

Menanggapi situasi ini, Ditjen Perhubungan Udara telah menginstruksikan seluruh penyelenggara bandar udara dan operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau kondisi cuaca dan jarak pandang secara berkala, serta melakukan penyesuaian jadwal berdasarkan kondisi aktual demi keselamatan. "Kami mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk senantiasa memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara. Patuhi arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan," pungkas Lukman. Ditjen Perhubungan Udara bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk penyelenggara bandar udara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait, berkomitmen untuk terus berkoordinasi memantau perkembangan karhutla di seluruh wilayah Indonesia dan dampaknya terhadap sektor penerbangan.

Related Post