Peluang Emas! Anak Usaha UGM Siap Go Public, Bidik Rp 45 M!

Author Image

Hadi Wibawa

23 Agustus 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Dunia pasar modal Indonesia bersiap menyambut kehadiran emiten baru dengan latar belakang akademis yang kuat. PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), sebuah entitas yang berafiliasi erat dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), secara resmi mengumumkan rencananya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Aksi korporasi ambisius ini menargetkan perolehan dana segar hingga Rp 45,22 miliar.

Berdasarkan prospektus yang telah dirilis, SWAP akan melepas sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru kepada publik. Setiap lembar saham memiliki nilai nominal Rp 20, dan jumlah ini merepresentasikan maksimal 30,30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-IPO. Kisaran harga penawaran ditetapkan menarik, yakni antara Rp 130 hingga Rp 140 per saham. Untuk memuluskan langkah strategis ini, PT Sukadana Prima Sekuritas telah dipercaya sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Peluang Emas! Anak Usaha UGM Siap Go Public, Bidik Rp 45 M!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Manajemen Swayasa Prakasa dalam keterangannya yang dikutip Redaksibengkulu.co.id, menegaskan bahwa total dana yang diincar dari penawaran umum ini mencapai Rp 45,22 miliar. Dana jumbo tersebut tidak akan disimpan begitu saja, melainkan telah direncanakan secara matang untuk tiga pos utama: peningkatan modal kerja, pembiayaan belanja modal, serta pelunasan kewajiban utang.

Secara lebih rinci, sekitar Rp 15,8 miliar akan dialokasikan sebagai modal kerja, dengan fokus pada upaya peningkatan kapasitas produksi dan optimalisasi kualitas produk. Sebanyak Rp 12,2 miliar lainnya akan disalurkan untuk kebutuhan belanja modal perusahaan. Sementara itu, porsi sebesar Rp 12 miliar akan dimanfaatkan untuk melunasi utang kepada dua entitas terafiliasi, yakni PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) dan Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).

Sebagai informasi, PT Swayasa Prakasa didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 09 pada 12 Januari 2012 dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2014. Kehadiran perseroan ini memiliki misi strategis sebagai lokomotif komersialisasi hasil-hasil riset UGM. SWAP berperan vital dalam mendorong hilirisasi, mengubah inovasi dan temuan ilmiah menjadi produk industri yang berdaya saing tinggi di pasar.

Saat ini, inti bisnis Swayasa Prakasa berfokus pada industri manufaktur produk kesehatan yang berbasis riset dan pengembangan. Perusahaan terus memperluas sayapnya melalui pengembangan usaha yang dilakukan secara bertahap, termasuk pembentukan sejumlah unit usaha strategis untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

Mengenai struktur kepemilikan saham, PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) memegang kendali mayoritas sebagai pemegang saham pengendali, dengan kepemilikan fantastis sebesar 721.898.050 saham, atau setara dengan 97,16%. Universitas Gadjah Mada sendiri juga memiliki porsi langsung sebanyak 20.009.190 saham (2,693%). Selain itu, PT Radio Swara Gadjah Mada tercatat memiliki 549.920 saham, dan Bondan Ardiningtyas dengan 542.840 saham.

Related Post