Redaksibengkulu.co.id – Kabar mengejutkan datang dari industri kebugaran di Singapura. Jaringan pusat kebugaran dan yoga ternama, True Fitness dan True Yoga, secara resmi mengumumkan penghentian operasionalnya. Keputusan ini sontak menimbulkan dampak finansial yang masif bagi ratusan konsumen, dengan total kerugian estimasi mencapai S$ 609.000, atau setara dengan Rp 8,46 miliar berdasarkan kurs saat ini (Rp 13.900 per S$).
Penutupan kedua pusat kebugaran dan yoga ini merupakan bagian dari proses likuidasi sementara yang dimulai pada Kamis, 10 September 2026. Presiden Consumers Association of Singapore (CASE), Melvin Yong, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima 241 aduan dari pelanggan yang terdampak. Kerugian ini timbul dari biaya keanggotaan, paket layanan, serta fasilitas lain yang telah dibeli namun belum sempat dimanfaatkan oleh para pelanggan.

Menyikapi situasi ini, Asosiasi Konsumen Singapura (CASE) telah berkoordinasi dengan pihak likuidator sementara. "CASE akan terus meminta kejelasan mengenai penanganan konsumen yang terdampak, termasuk informasi yang dibutuhkan untuk mengajukan klaim," ujar Yong, seperti dilansir dari berbagai sumber pada Sabtu, 12 September 2026.
Also Read
Manajemen True Fitness dan True Yoga, melalui laporan perusahaan induknya, Kontafarma China Holdings yang berbasis di Hong Kong, mengakui ketidakmampuan mereka untuk melanjutkan operasional bisnis. Beban kewajiban finansial yang menumpuk menjadi alasan utama di balik keputusan pahit ini. Untuk mengelola proses ini, praktisi insolvensi Goh Wee Teck dan Lin Yueh Hung dari RSM SG Corporate Advisory telah ditunjuk sebagai likuidator sementara.
Rapat umum luar biasa bagi kedua entitas perusahaan dijadwalkan pada 7 Oktober 2026. Agenda utama rapat tersebut adalah usulan pembubaran perusahaan secara sukarela oleh para kreditur, yang akan diikuti dengan serangkaian pertemuan bersama para pihak berpiutang.
True Singapore Group, yang merupakan bagian dari Kontafarma, mengelola sepuluh pusat kebugaran dan yoga di seluruh Singapura, di bawah naungan tiga merek berbeda: True Fitness, TFX, dan Yoga Edition.
Liabilitas Membengkak, Bisnis Tertekan
Laporan keuangan True Singapore Group menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025, grup ini membukukan pendapatan sekitar HK$ 181,2 juta (sekitar US$ 23,1 juta), namun diiringi dengan kerugian sekitar HK$ 34,3 juta.
Pada akhir tahun 2025, aset perusahaan tercatat sekitar HK$ 149,7 juta, namun dibebani oleh liabilitas sebesar HK$ 555,5 juta. Kondisi ini semakin memburuk pada delapan bulan pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan manajemen yang belum diaudit, pendapatan tercatat sekitar HK$ 118,4 juta dengan kerugian HK$ 19,1 juta. Per 31 Agustus 2026, total aset grup mencapai sekitar HK$ 204,5 juta, sementara total liabilitasnya melonjak hingga HK$ 633,8 juta, menghasilkan liabilitas bersih sekitar HK$ 429,3 juta.
Kontafarma menjelaskan bahwa bisnis pusat kebugaran grup di Singapura menghadapi berbagai tantangan berat. Persaingan pasar yang kian sengit dan biaya akuisisi pelanggan yang terus melonjak menjadi faktor utama. Meskipun telah menerima suntikan dana tunai dari perusahaan induk, kinerja bisnis di Singapura tetap lemah dan menghadapi tekanan likuiditas yang signifikan.
Fenomena "boutique gym" yang semakin populer turut meningkatkan intensitas persaingan di industri ini. Selain itu, ketersediaan fasilitas kebugaran di kompleks kondominium dan perumahan modern juga mengurangi kebutuhan sebagian konsumen untuk mencari pusat kebugaran di luar tempat tinggal mereka, menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi True Fitness dan True Yoga hingga akhirnya menghentikan operasional.




