Redaksibengkulu.co.id – Rencana pemerintah untuk membuka rekening bank bagi 200 juta penduduk Indonesia senilai Rp 11 triliun memicu sorotan tajam dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Lembaga riset ekonomi ini mendesak pemerintah untuk memperjelas tujuan utama di balik program masif tersebut, mengingat potensi risiko besar yang menyertainya.
A. Hakam Naja, Ekonom Center for Sharia Economic Development INDEF, menekankan pentingnya sinkronisasi program dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) apabila sasarannya adalah peningkatan jangkauan dan akurasi program perlindungan sosial (perlinsos). Namun, jika fokusnya adalah inklusi keuangan, H

Also Read




