Pembaruan Fantastis! Stasiun Bogor & Rangkasbitung Bikin Pangling!

Author Image

Hadi Wibawa

12 September 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, PT KAI Properti (KAI Properti) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkeretaapian di Indonesia. Melalui serangkaian proyek pengembangan, dua stasiun vital, yakni Stasiun Bogor dan Stasiun Rangkasbitung, kini tampil dengan wajah baru yang lebih modern dan fungsional, sekaligus tetap melestarikan nilai sejarahnya. Peningkatan ini bertujuan untuk menunjang mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Stasiun Bogor: Peron Lebih Panjang, Layanan Lebih Maksimal

Pembaruan Fantastis! Stasiun Bogor & Rangkasbitung Bikin Pangling!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fokus utama di Stasiun Bogor adalah perpanjangan peron di jalur 6, 7, dan 8, yang telah beroperasi penuh sejak 18 Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan aktivitas penumpang yang signifikan. Data KAI menunjukkan, layanan Bogor Line telah melayani lebih dari 105 juta pengguna dari Januari hingga Agustus 2026, dengan rata-rata harian mencapai 435 ribu penumpang.

"Stasiun adalah tulang punggung ekosistem transportasi yang krusial dalam mendukung pergerakan masyarakat," ujar Bramantya Candrika, Manager Corporate Communication KAI Properti, dalam keterangan resminya pada Sabtu (12/9/2026).

Perpanjangan peron ini dirancang khusus untuk mengakomodasi operasional KRL Commuter Line dengan formasi 12 kereta (SF12), yang menawarkan kapasitas angkut lebih besar. Rinciannya, peron jalur 6 dan 7 diperpanjang dari 201 meter menjadi 251 meter, sementara peron jalur 8 kini membentang dari 204 meter menjadi 252 meter. Selain itu, KAI Properti juga membangun struktur peron dan hall baru, memasang jalur rel tambahan, serta melakukan pekerjaan terkait Listrik Aliran Atas (LAA). Fasilitas pendukung lain seperti kanopi di peron 4 dan 5 juga turut ditingkatkan.

Bramantya menambahkan, "Pekerjaan di stasiun aktif memerlukan perencanaan dan koordinasi yang matang. Kami melakukannya secara bertahap demi menjaga keselamatan, kualitas, dan kelancaran pelayanan kepada pelanggan."

Stasiun Rangkasbitung: Harmoni Sejarah dan Modernitas

Sementara itu, di Stasiun Rangkasbitung, KAI Properti berfokus pada beautifikasi bangunan heritage yang kaya nilai sejarah. Proyek ini dimulai sejak Mei 2026, mencakup penataan elemen arsitektur, perbaikan dinding, plafon, lantai, kusen, pintu, jendela, hingga atap, dengan tetap mempertahankan karakter asli bangunan.

"Penataan Stasiun Rangkasbitung dirancang untuk menciptakan harmoni antara nilai sejarah dan fungsi pelayanan modern," jelas Bramantya.

Tidak hanya itu, fasilitas pendukung juga ditingkatkan, meliputi instalasi elektrikal, plumbing, sanitair, penataan pagar heritage, perbaikan saluran, pemasangan bio septic tank, serta penataan lanskap kawasan stasiun. Stasiun Rangkasbitung sendiri merupakan simpul penting yang melayani Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang dan KA Lokal Merak, dengan catatan 8,3 juta pergerakan penumpang sepanjang Januari-Juli 2026.

Sebagai bagian dari pengembangan, KAI Properti juga membangun gedung baru berlantai dua untuk memenuhi kebutuhan ruang di area stasiun. "Kami ingin Stasiun Rangkasbitung tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan masyarakat, dengan identitas sejarah yang kuat yang memberikan nilai dan manfaat di masa kini dan mendatang," pungkas Bramantya. Melalui upaya ini, KAI Properti menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan fasilitas perkeretaapian yang tidak hanya efisien dan modern, tetapi juga menghargai warisan budaya bangsa.

Related Post