Tol Palembang-Betung: Target Operasi Q1 2027! Jambi Menanti

Author Image

Hadi Wibawa

20 September 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Proyek strategis nasional Jalan Tol Palembang-Betung, yang merupakan bagian krusial dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), ditargetkan untuk mulai beroperasi penuh pada Kuartal I tahun 2027. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memacu penyelesaian infrastruktur sepanjang 69,19 kilometer ini, yang diharapkan akan memperkuat konektivitas di Provinsi Sumatera Selatan dan sekitarnya.

Pembangunan ruas tol ini dibagi menjadi tiga seksi utama. Seksi 1 dan Seksi 2 direncanakan rampung pada Kuartal IV 2026, sementara Seksi 3 dijadwalkan selesai pada Kuartal I 2027. Salah satu komponen vital dalam proyek ini adalah Jembatan Musi V, yang saat ini menjadi fokus percepatan penyelesaian oleh BPJT. Kepala BPJT, Ni Komang Rasminiati, mengungkapkan bahwa struktur Jembatan Musi V telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU pada tanggal 6 Juli 2026, menandai kemajuan signifikan dalam konstruksi.

Tol Palembang-Betung: Target Operasi Q1 2027! Jambi Menanti
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ni Komang menjelaskan, Jembatan Musi V merupakan struktur khusus dengan bentang tengah mencapai 380 meter. Ditambah dengan jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus, total panjang jembatan ini membentang hingga 1.684 meter. Untuk menjamin aspek keselamatan dan performa jembatan tetap optimal, BPJT juga akan memasang Structural Health Monitoring System (SHMS) yang dilengkapi dengan 100 unit sensor, guna memantau kondisi kesehatan struktur secara berkelanjutan.

Infrastruktur JTTS ini dirancang dengan konfigurasi awal 2×2 lajur, dan memiliki rencana peningkatan menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir. Total investasi yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai Rp 14,98 triliun, dengan alokasi biaya konstruksi sekitar Rp 13,90 triliun dan biaya pembebasan lahan sekitar Rp 390 miliar. Dengan masa konsesi selama 50 tahun, BPJT juga berupaya keras agar ruas Jalan Tol Palembang-Betung dapat difungsionalkan secara parsial pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027.

Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, menekankan bahwa pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung adalah bagian dari visi besar untuk memperkuat konektivitas JTTS. "Jika kita melihat, jalan tol yang sudah beroperasi saat ini membentang dari Bakauheni, Lampung, hingga Palembang. Sekarang dilanjutkan dengan Palembang-Betung, dan kami berharap selanjutnya konstruksi dapat mencapai Jambi," jelas Triono, menyoroti potensi terbukanya jaringan tol hingga ke wilayah Sumatera lainnya.

Namun, proyek ini tidak lepas dari tantangan. Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi, mengakui adanya kendala dalam penyelesaian pembangunan, terutama terkait pembebasan lahan di beberapa titik yang bersinggungan dengan akses masyarakat. Meskipun struktur utama Jembatan Musi V telah rampung, masih ada tujuh ruas jembatan kecil yang penyelesaiannya harus berjalan beriringan dengan penuntasan akses jalan lama menuju permukiman warga.

Menyikapi hal ini, BPJT terus mengintensifkan koordinasi dengan PT Hutama Karya, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi tidak hanya memenuhi standar keselamatan dan mutu, tetapi juga tetap memperhatikan kebutuhan aksesibilitas masyarakat sekitar.

Related Post