Jepang Blak-blakan: Hambatan Investasi Otomotif RI Terkuak!

Author Image

Hadi Wibawa

20 September 2026, 14:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Sektor otomotif Jepang, salah satu pilar ekonomi global, secara terbuka menyampaikan sejumlah keberatan terkait iklim investasi di Indonesia. Sorotan tajam ini mengemuka dalam sebuah pertemuan penting bertajuk Business Discussion Lunch di Nagoya, Jepang, pada Sabtu (19/9), di mana perwakilan industri otomotif nasional dan mitra Jepang berdialog langsung dengan delegasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Tiga poin krusial menjadi fokus utama kritik dari para pelaku industri. Pertama, kompleksitas dan lamanya proses perizinan yang kerap menghambat laju investasi. Kedua, terbatasnya akses pembiayaan yang memadai bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang merupakan tulang punggung rantai pasok otomotif. Ketiga, isu sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang masih dalam masa transisi, terutama dalam konteks pengembangan kendaraan listrik yang tengah digalakkan.

Jepang Blak-blakan: Hambatan Investasi Otomotif RI Terkuak!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi masukan tersebut, Sesmenko Susiwijono Moegiarso, yang memimpin delegasi Kemenko Perekonomian bersama Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, menegaskan komitmen pemerintah. Ia menyatakan bahwa setiap pandangan yang disampaikan akan menjadi landasan bagi penyempurnaan kebijakan dan penanganan konkret terhadap berbagai hambatan investasi yang masih ada.

Dikutip dari laman resmi Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono pada Minggu (20/9/2026) menyatakan, "Pemerintah menyambut baik seluruh masukan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan kebijakan melalui langkah-langkah konkret, termasuk penanganan hambatan investasi yang tengah berjalan."

Lebih lanjut, Susiwijono menggarisbawahi bahwa kunjungan dan serangkaian pertemuan bisnis di Nagoya ini memperjelas satu benang merah: daya saing industri global dibangun dari sinergi penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok yang kokoh. Fondasi inilah yang juga menjadi pijakan Indonesia dalam memperkuat industri manufaktur dan otomotif nasional.

Pertemuan ini juga mempertegas posisi Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan mitra strategis Jepang, terutama di sektor otomotif dan komponennya. Indonesia diproyeksikan menjadi bagian integral dari rantai nilai global, bahkan berpotensi menjadi basis produksi utama untuk ekspor ke lebih dari 100 negara tujuan. "Melalui dialog yang terbuka seperti ini, Pemerintah optimis kemitraan Indonesia-Jepang dapat terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara ke depan," tambahnya.

Dalam upaya memperluas akses pasar global, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah proaktif dengan menandatangani 25 perjanjian perdagangan internasional, baik dalam bentuk Free Trade Agreement (FTA) maupun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang sebagian besar telah diratifikasi. Salah satu yang paling dinanti adalah IEU-CEPA, yang proses ratifikasinya dijadwalkan mulai November 2026 dengan target implementasi pada Januari 2027. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah proyeksi outlook ekonomi global 2027 yang membaik di kisaran 3,2-3,3 persen.

Di ranah domestik, pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi yang didominasi oleh konsumsi dan investasi. Berbagai program bantuan sosial, subsidi, dan insentif fiskal terus digulirkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong sisi permintaan. Tak hanya itu, pemerintah juga membuka jalan bagi sektor-sektor pertumbuhan baru seperti kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor melalui kerja sama internasional. Indonesia telah menjalin kemitraan dengan ARM pada awal tahun, kemudian menjadi anggota WAICO, dan saat ini tengah menjajaki komunikasi dengan PAX Silica.

Keikutsertaan Indonesia dalam forum-forum global ini diharapkan mampu memacu produktivitas ekonomi, khususnya di sektor otomotif yang semakin bergantung pada inovasi semikonduktor dan teknologi cerdas. Melalui dialog terbuka dan komitmen bersama, Pemerintah optimis kemitraan Indonesia-Jepang akan terus berkembang, memberikan manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara di masa depan.

Related Post