Solusi Impor! 3 Pabrik Baru Segera Dibangun

Author Image

Hadi Wibawa

11 Oktober 2026, 00:25 WIB

JAKARTA – Melansir informasi dari redaksibengkulu.co.id, Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis besar untuk memperkuat kedaulatan industri peternakan nasional. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan rencana ambisius untuk membangun tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging guna menciptakan ekosistem peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah ini diambil sebagai solusi fundamental untuk mengatasi masalah klasik peternak, yakni ketidakpastian harga dan penumpukan stok saat produksi melimpah. Dengan adanya pabrik pengolahan ini, hasil ternak yang berlebih tidak akan terbuang sia-sia, melainkan dapat diolah menjadi produk turunan yang memiliki daya simpan lebih lama.

Solusi Impor! 3 Pabrik Baru Segera Dibangun
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami telah berkoordinasi dengan BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Kesepakatannya adalah membangun ekosistem ternak, khususnya melalui pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Insya Allah, tahun depan sudah bisa dimulai dengan target penyelesaian satu hingga dua tahun," ujar Amran sebagaimana dikutip dari sumber resmi, Sabtu (10/10/2026).

Mentan menekankan bahwa kehadiran industri pengolahan ini bertujuan untuk memutus rantai ketergantungan terhadap produk impor. Jika pabrik-pabrik ini telah beroperasi secara optimal, pemerintah optimis dapat menghentikan impor tepung telur yang selama ini membebani devisa negara.

Terkait aspek teknis, pemerintah akan segera melakukan studi kelayakan (feasibility study) untuk memastikan proyek ini berjalan tepat sasaran. Estimasi investasi yang disiapkan mencapai Rp200 miliar hingga Rp250 miliar per pabrik, tergantung pada kelengkapan fasilitas pengolahan daging yang akan dibangun.

Amran juga membuka ruang kolaborasi bagi sektor swasta untuk ikut serta dalam memperkuat industri strategis ini. Menurutnya, penguatan ekosistem ini akan memberikan efek domino yang positif: petani jagung mendapatkan pasar yang pasti, peternak mendapatkan kepastian pasokan pakan, dan industri pengolahan menjadi penyerap hasil produksi saat pasar segar sedang jenuh.

"Ini adalah keputusan mendasar untuk membangun ekosistem yang terintegrasi. Tujuannya jelas, meningkatkan kesejahteraan peternak, meminimalisir kerugian akibat fluktuasi harga, serta mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri," pungkasnya.

Related Post