Bali Krisis BBM, Antrean Mengular!

Author Image

Hadi Wibawa

15 Oktober 2026, 05:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa fenomena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Pulau Dewata, Bali, kini tengah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Menanggapi antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa langkah penanganan darurat tengah dilakukan.

Bahlil mengungkapkan bahwa jajaran petinggi PT Pertamina (Persero) telah diterjunkan langsung ke lapangan untuk memantau situasi di Bali. Menurutnya, kehadiran pimpinan tertinggi Pertamina bertujuan untuk memastikan implementasi kebijakan di tingkat distribusi berjalan lancar.

Bali Krisis BBM, Antrean Mengular!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Di Bali, Pak Simon (Direktur Utama Pertamina) sudah berada di lokasi. Kita memahami bahwa posisi pemerintah adalah sebagai regulator, sementara implementasi teknis berada di tangan BUMN, yakni Pertamina," ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Meski demikian, Bahlil mengaku belum dapat memberikan jaminan instan mengenai hasil akhir dari penanganan di lapangan. Ia menyatakan perlu menunggu laporan komprehensif dari hasil koordinasi terbaru sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut.

Terkait kekhawatiran akan krisis energi secara menyeluruh, Bahlil memberikan klarifikasi bahwa ketahanan stok BBM di level nasional sebenarnya masih dalam kondisi yang sangat aman. Ia menjelaskan bahwa cadangan energi nasional saat ini berada pada angka 16 hingga 18 hari.

"Stok nasional kita masih sangat mencukupi, berada di angka 16 sampai 18 hari, jadi secara pasokan tidak ada masalah. Kendala yang terjadi di Bali kemungkinan besar murni karena hambatan pada rantai distribusi saja," jelasnya.

Lebih lanjut, Bahlil juga memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai stabilitas harga. Ia menjamin bahwa harga BBM jenis subsidi tidak akan mengalami kenaikan. Sementara itu, untuk jenis BBM non-subsidi, harganya akan tetap mengikuti dinamika fluktuasi pasar energi global.

"Untuk harga BBM subsidi tetap sama, tidak ada perubahan. Sedangkan untuk BBM non-subsidi, harganya akan mengikuti perkembangan harga minyak dunia," pungkasnya.

Related Post