6 Tahun Menganggur, Suci Pasrah: Jangan Ghosting!

Author Image

Hadi Wibawa

23 Oktober 2026, 14:25 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa suasana riuh bursa kerja atau job fair di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, menjadi panggung harapan sekaligus curahan hati bagi ribuan pencari kerja. Di tengah lautan pelamar, sosok Suci (24), seorang perempuan asal Jakarta Barat, menarik perhatian dengan kisah perjuangannya yang menguras emosi.

Sejak menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tahun 2020, Suci mengaku belum mendapatkan kesempatan untuk bekerja secara formal. Selama enam tahun masa penganggurannya, ia terus berupaya mencari celah untuk bisa mandiri secara ekonomi.

6 Tahun Menganggur, Suci Pasrah: Jangan Ghosting!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya sudah enam tahun belum bekerja. Saat ini saya sedang berusaha keras untuk mendapatkan pekerjaan apa pun, saya siap mendaftar di posisi apa saja," ungkap Suci dengan nada penuh harap saat ditemui di lokasi bursa kerja, Jumat (23/10/2026).

Namun, perjalanan mencari nafkah ini tidaklah mulus. Niat tulus Suci untuk bekerja justru menjadi sasaran empuk oknum penipu lowongan kerja. Ia mengaku telah menjadi korban penipuan di dua lokasi berbeda yang mengakibatkan kerugian finansial hingga jutaan rupiah.

"Saya pernah tertipu di dua perusahaan. Pertama di Jakarta Timur, saya diminta membayar Rp 2,5 juta, dan yang kedua di Cengkareng sebesar Rp 1,8 juta. Padahal saya sudah sangat ingin bekerja, apa pun syaratnya saya ikuti," tuturnya dengan nada getir.

Meski dihantam kerugian materi dan waktu, semangat Suci tidak padam. Ia tidak hanya diam, melainkan aktif mengasah kompetensi melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan guna memperkuat nilai jualnya di mata perusahaan.

"Saya mohon kepada para HRD di Indonesia, meskipun saya sudah enam tahun menganggur, saya memiliki keahlian dan pengalaman dari pelatihan di PPKD Jakarta Pusat dan Selatan. Saya punya skill," tegasnya.

Dalam gelaran job fair kali ini, Suci menyasar sejumlah perusahaan ritel besar. Ia juga tidak hanya mengandalkan pameran fisik, tetapi juga aktif melakukan lamaran mandiri melalui platform digital seperti Glints dan Jobstreet.

Namun, ada satu hal yang paling menyakitkan bagi para pencari kerja seperti Suci, yakni fenomena "ghosting" oleh pihak perusahaan. Ia merasa kecewa karena sering kali tidak mendapatkan kejelasan setelah melewati tahap wawancara.

"Saya sudah daftar ke banyak perusahaan, sudah sampai tahap interview, tapi tidak ada kabar sama sekali. Saya heran kenapa tidak ada panggilan," keluhnya.

Menutup perbincangan, Suci menitipkan pesan mendalam bagi para perekrut agar lebih manusiawi dalam memberikan respons.

"Tolong panggil saya. Saya sudah lelah, sering mendapat tekanan dari keluarga dan saudara. Intinya, tolong jangan di-ghosting. Saya sangat ingin bekerja, meskipun penghasilannya kecil sekalipun," pungkasnya.

Related Post