JAKARTA – Melansir laporan redaksibengkulu.co.id, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, tengah bersiap melakukan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah dengan menjemput bola investasi dari mancanegara. Luthfi dijadwalkan terbang ke Hanoi, Vietnam, dalam waktu dekat guna menghadiri forum pertemuan penting antara pelaku usaha Vietnam dengan Pemerintah Indonesia.
Dalam forum internasional tersebut, terdapat sekitar 37 rencana investasi besar dari Vietnam yang diproyeksikan akan merambah pasar Indonesia. Menanggapi peluang emas ini, Luthfi secara proaktif telah mengajukan Jawa Tengah kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai destinasi utama bagi para investor tersebut.

"Lusa saya harus ke Vietnam. Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Bappenas yang akan menjadi panelis pertama, sementara saya akan menjadi panelis kedua di Hanoi. Di sana, 37 rencana investasi dari Vietnam akan diarahkan untuk membuka cabang di Indonesia. Saya sudah sampaikan ke Menteri Bappenas bahwa Jawa Tengah sangat siap menyambut mereka," ujar Luthfi dalam acara Jateng-Jogja Awards, Jumat (23/10/2026).
Also Read
Langkah agresif ini merupakan bagian dari visi besar Luthfi untuk mentransformasi Jawa Tengah menjadi pusat industri padat karya nasional. Ia optimis bahwa sektor ini akan tumbuh pesat di wilayahnya, mengingat Jawa Tengah memiliki keunggulan kompetitif dalam penyediaan tenaga kerja terampil.
Menurut Luthfi, Jawa Tengah didukung oleh ekosistem pendidikan vokasi yang sangat kuat. Dengan keberadaan berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) dan lembaga pendidikan lainnya, ia mengklaim bahwa 97% lulusan vokasi di Jawa Tengah telah siap terjun ke dunia kerja.
"Jawa Tengah menjadi prioritas industri padat karya karena ketersediaan tenaga kerja vokasi yang melimpah. Ini adalah solusi nyata untuk menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran," tegasnya.
Selain kualitas SDM, Luthfi juga memaparkan sejumlah alasan mengapa investor harus memilih Jawa Tengah. Ia menjamin adanya kepastian hukum, stabilitas keamanan, serta lingkungan yang kondusif tanpa gangguan premanisme. Untuk urusan birokrasi, pemerintah daerah telah mengimplementasikan sistem Online Single Submission (OSS) guna memastikan proses perizinan berjalan cepat dan transparan.
Terkait isu upah, Luthfi menjelaskan bahwa upah buruh di Jawa Tengah sangat kompetitif. Namun, ia menekankan bahwa kompetitif bukan berarti murah, melainkan keseimbangan antara efisiensi industri dengan pemenuhan hak-hak kesejahteraan buruh secara penuh. Ditambah dengan ketersediaan lahan industri yang luas, Jawa Tengah dinilai telah memenuhi seluruh paket lengkap yang dibutuhkan oleh investor global.




