Investasi Rp 2.396 T! PSN Bikin Ekonomi Melejit

Author Image

Hadi Wibawa

31 Oktober 2026, 02:25 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa pemerintah telah berhasil menuntaskan sebanyak 250 Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam rentang waktu sejak 2016 hingga akhir Oktober 2026. Ambisi besar ini dibarengi dengan suntikan dana investasi yang fantastis, yakni mencapai angka Rp 2.396 triliun.

Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Kementerian Koordinator Perekonomian, Suroto, mengungkapkan bahwa pada tahun ini saja, pemerintah menargetkan 10 proyek PSN untuk rampung. Hingga September 2026, tercatat baru enam proyek yang berhasil diselesaikan sepenuhnya.

Investasi Rp 2.396 T! PSN Bikin Ekonomi Melejit
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Masih ada empat proyek lagi yang kami targetkan tuntas sebelum tahun 2026 berakhir. Di sisi lain, terdapat sekitar 30 proyek PSN lainnya yang saat ini masih dalam proses pengerjaan atau tahap konstruksi," jelas Suroto sebagaimana dikutip dari sumber resmi, Jumat (30/10/2026).

Dampak ekonomi dari masifnya pembangunan ini pun sangat signifikan. Merujuk pada hasil kajian LPEM FEB UI tahun 2023, keberadaan PSN diprediksi mampu menyumbang output ekonomi hingga Rp 3.344 triliun. Angka ini memberikan kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar Rp 1.564 triliun.

Tak hanya soal angka makro, PSN juga menjadi mesin pencetak lapangan kerja. Proyek-proyek ini diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja dengan nilai pendapatan mencapai Rp 1.134 triliun, serta membuka peluang kerja bagi sekitar 7,9 juta orang. Suroto menekankan adanya efek pengganda (multiplier effect) sebesar 1,919 kali, yang membuktikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam PSN mampu menggerakkan roda ekonomi berkali-kali lipat.

Salah satu bukti nyata keberhasilan PSN di tingkat daerah dapat dilihat pada Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang). Kawasan ini telah menyerap 26.871 tenaga kerja, mulai dari sektor konstruksi hingga pengelola kawasan. Menariknya, 70 persen dari pekerja tersebut merupakan warga lokal Kabupaten Batang.

Kehadiran KIT Batang juga memicu lonjakan ekonomi daerah. Pada tahun 2025, ekonomi Kabupaten Batang tumbuh pesat sebesar 7,79%, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang berada di angka 5,37%. Penyerapan tenaga kerja di kawasan ini pun diprediksi akan terus merangkak naik hingga mencapai 33.237 orang pada tahun 2026.

"Pencapaian ini membuktikan bahwa pengembangan PSN, terutama di sektor kawasan industri, memiliki potensi besar dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini terlihat dari terciptanya lapangan kerja baru, meningkatnya pendapatan masyarakat, hingga tumbuhnya berbagai usaha pendukung di sekitar kawasan industri tersebut," pungkas Suroto.

Related Post