Singapura Borong Listrik Hijau dari Asia!

Author Image

Hadi Wibawa

2 November 2026, 00:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Singapura tengah mengambil langkah besar dalam memperkuat ketahanan energi bersihnya. Negara tetangga tersebut berencana mengimpor pasokan listrik dalam skala masif, yakni mencapai 1,3 gigawatt (GW), yang bersumber dari Vietnam dengan jalur distribusi melalui Malaysia.

Langkah strategis ini diawali dengan pemberian persetujuan bersyarat (Conditional Approval) oleh Energy Market Authority (EMA) Singapura kepada Sembcorp Utilities Pte Ltd (SCU). Proyek ambisius ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2035 mendatang.

Singapura Borong Listrik Hijau dari Asia!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam menjalankan skema impor lintas negara ini, Sembcorp Utilities tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng konsorsium kuat bernama MY Energy Consortium (MYEC). Konsorsium ini melibatkan raksasa energi regional, di antaranya Petronas dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) dari Malaysia, serta PetroVietnam Technical Services Corporation (PTSC) dari Vietnam.

Menariknya, energi yang akan dialirkan ke Singapura bukanlah energi konvensional, melainkan energi hijau rendah karbon. Pasokan tersebut akan memanfaatkan potensi tenaga angin lepas pantai dari Vietnam serta energi surya yang dihasilkan di Malaysia.

Berdasarkan keterangan resmi dari EMA, fokus utama konsorsium dalam beberapa tahun ke depan adalah mematangkan pengembangan proyek. Hal ini mencakup pengurusan izin dari otoritas terkait di tiap negara, penyelesaian Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA), hingga memastikan ketersediaan pendanaan yang stabil.

Kebijakan impor listrik rendah karbon ini merupakan pilar penting dalam strategi jangka panjang Singapura untuk menekan emisi karbon di sektor ketenagalistrikan. Hingga saat ini, EMA telah memberikan lampu hijau bersyarat bagi sejumlah proyek impor listrik lainnya yang berasal dari Australia, Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

EMA menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki proposal proyek kredibel dan layak secara komersial. Tujuannya jelas, yakni mendukung upaya global dalam pengurangan emisi karbon melalui sektor energi yang lebih berkelanjutan.

Related Post