Trump Beri Ultimatum Kiamat Infrastruktur Iran: Selasa Batasnya!

Trump Beri Ultimatum Kiamat Infrastruktur Iran: Selasa Batasnya!

Redaksibengkulu.co.id – Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Ultimatum ini dilontarkan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk lalu lintas maritim internasional, dengan batas waktu yang ditetapkan pada hari Selasa.

Melalui unggahan di media sosial, Trump tidak segan menggunakan kata-kata kasar, memperingatkan Iran akan "hidup dalam neraka" jika tuntutannya tidak dipenuhi. Ia bahkan secara spesifik menyebut hari Selasa sebagai "hari pembangkit listrik dan jembatan di Iran." Beberapa jam kemudian, ia memperjelas tenggat waktu tersebut pada Selasa pukul 20.00 waktu timur AS, yang kemudian dikonfirmasi Gedung Putih sebagai batas waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan.

Trump Beri Ultimatum Kiamat Infrastruktur Iran: Selasa Batasnya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ancaman serupa bukan kali pertama dilontarkan Trump. Sebelumnya, ia berulang kali menyatakan kesiapannya untuk menghancurkan infrastruktur penting Iran, bahkan mengancam akan mengembalikan negara tersebut ke "zaman batu" jika tidak memenuhi tuntutan Washington. Namun, para ahli hukum humaniter internasional mengingatkan bahwa penghancuran infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang, sebuah pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

COLLABMEDIANET

Pernyataan Trump menuai kritik tajam dari dalam negeri, termasuk dari Senator AS Tim Kaine. Kaine menyebut komentar tersebut "memalukan dan kekanak-kanakan," serta berpotensi membahayakan nyawa tentara AS di masa depan jika mereka tertangkap. Ia juga berpendapat bahwa retorika keras semacam itu justru dapat memprovokasi pihak lawan untuk memperlakukan tentara AS dengan lebih buruk, sekaligus menyoroti ketiadaan rencana yang jelas dari pemerintahan saat ini dalam menghadapi potensi konflik.

Di sisi lain, Iran menunjukkan tidak ada tanda-tanda akan mundur dari posisinya. Negara tersebut justru dilaporkan melancarkan serangan ke target ekonomi dan infrastruktur di negara-negara Teluk. Media pemerintah Iran bahkan menayangkan video yang diklaim sebagai bagian dari pesawat militer AS yang berhasil ditembak jatuh, disertai gambar asap hitam tebal membumbung ke udara. Iran mengklaim telah menembak jatuh satu pesawat angkut dan dua helikopter AS yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

Namun, sebuah sumber pejabat intelijen kawasan yang mengetahui operasi tersebut memberikan narasi berbeda kepada Redaksibengkulu.co.id. Menurut sumber itu, militer AS justru menghancurkan dua pesawat angkutnya sendiri akibat gangguan teknis, sehingga harus mengerahkan pesawat tambahan untuk menyelesaikan misi yang sedang berlangsung.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar