Emas Putih RI: Sarang Walet Raup Rp 3 T dari China!

Author Image

Hadi Wibawa

25 Agustus 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di kancah perdagangan internasional, khususnya melalui komoditas sarang burung walet. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, "emas putih" dari Nusantara ini berhasil meraup nilai ekspor fantastis, mencapai US$ 172,15 juta atau setara dengan Rp 3 triliun (dengan kurs Rp 17.705), dengan Tiongkok sebagai pasar utamanya.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor sarang burung walet Indonesia ke Negeri Tirai Bambu telah menembus angka 186,8 ton dalam periode yang sama. Angka ini semakin mengukuhkan posisi Tiongkok sebagai penyerap terbesar, menyumbang sekitar 80% dari total ekspor sarang walet nasional.

Emas Putih RI: Sarang Walet Raup Rp 3 T dari China!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun terjadi sedikit penurunan nilai ekspor sekitar 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dominasi Tiongkok sebagai destinasi utama tak tergoyahkan. Sarang burung walet telah lama menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang sangat diminati di pasar Tiongkok, mencerminkan hubungan perdagangan yang kuat dan berkelanjutan.

Guna memperkuat kemitraan strategis ini, berbagai inisiatif telah digulirkan. Salah satunya adalah Forum Tingkat Tinggi Perdagangan Sarang Burung China-Indonesia (China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit Forum) yang diselenggarakan pada April lalu oleh Kementerian Perdagangan RI bersama China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA). Forum ini menjadi platform penting untuk membahas peluang dan tantangan di sektor ini.

Komitmen Indonesia untuk terus menggenjot ekspor komoditas ini juga terlihat dari peresmian ekspor sarang burung walet dari Provinsi Banten senilai Rp 38,7 miliar oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada Jumat (21/8) lalu. Ini menunjukkan potensi besar yang masih bisa digali dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain Tiongkok, Indonesia juga memiliki pasar ekspor signifikan lainnya. Daerah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong menyerap US$ 15,7 juta, disusul Singapura dengan nilai perdagangan mencapai US$ 10 juta sepanjang paruh pertama tahun ini. Bahkan, jangkauan ekspor sarang walet Indonesia telah meluas hingga ke pasar Amerika Serikat, menunjukkan daya saing produk ini di kancah global.

Related Post