Redaksibengkulu.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Garuda Indonesia. Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat, Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, ikut serta untuk membahas rencana pembelian 50 pesawat Boeing. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Garuda untuk memperluas jaringan penerbangan hingga tahun 2029.
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, menjelaskan bahwa pembelian armada baru ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Target penambahan 100 pesawat hingga 2029 menjadi pendorong utama negosiasi ini. "Pak Dirut mendampingi Bapak Presiden untuk membahas rencana pengadaan armada dari Boeing," ujar Reza dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI.
Garuda Indonesia, menurut Reza, terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai produsen pesawat untuk memastikan ketersediaan armada jangka panjang. Prioritas utama adalah mendapatkan kepastian jumlah pesawat dan harga yang kompetitif. Namun, detail jumlah dan tipe pesawat yang akan dibeli pada tahap pertama masih belum diungkap. Reza menyatakan masih menunggu hasil diskusi Wamildan Tsani di Amerika Serikat.

Related Post
Rencana pembelian 50 pesawat Boeing ini, menurut informasi yang beredar, terkait dengan negosiasi tarif resiprokal antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat. Indonesia berharap kesepakatan ini dapat meningkatkan impor barang dari AS dan mengurangi defisit neraca dagang.
Garuda Indonesia telah menyiapkan dua skema pendanaan untuk membiayai pembelian pesawat tersebut. Sumber dana pertama berasal dari internal perusahaan, seiring dengan program penyehatan keuangan pasca restrukturisasi. Sumber dana kedua akan dijajaki melalui kerja sama dengan beberapa investor potensial.









Tinggalkan komentar