Harga Beras Turun Drastis? Ini Rahasianya!

Harga Beras Turun Drastis? Ini Rahasianya!

Redaksibengkulu.co.id – Pemerintah berencana menghapus klasifikasi beras premium dan medium. Langkah permanen ini bertujuan mencegah praktik pengoplosan beras yang merugikan konsumen. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan rencana tersebut dalam wawancara eksklusif. Ke depan, kualitas dan harga eceran tertinggi (HET) beras akan distandarisasi. Dengan demikian, pengawasan mutu dan kualitas beras di pasaran akan lebih efektif.

"Semua beras bersubsidi pemerintah akan memiliki harga yang sama," jelas Amran. "HET-nya mungkin sekitar Rp 12.500 hingga Rp 13.500 per kilogram, angka pastinya masih diputuskan. Jika ada beras khusus, harus atas rekomendasi pemerintah," tambahnya. Amran memastikan HET baru akan lebih murah daripada harga beras premium saat ini, namun tidak lebih rendah dari harga beras medium. Kualitas beras yang akan ditetapkan pemerintah tetap terjamin.

Harga Beras Turun Drastis? Ini Rahasianya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Harga akan lebih murah, kualitasnya tetap bagus karena dikontrol pemerintah," tegasnya. Amran menekankan pentingnya kontrol ketat terhadap komoditas beras, mulai dari produksi hingga distribusi. Hal ini mengingat adanya subsidi pemerintah dalam proses produksi.

COLLABMEDIANET

"Kita kunci karena beras sangat vital bagi masyarakat. Subsidi bertujuan agar petani untung, konsumen senang, dan pedagang tidak mengambil untung berlebihan," jelasnya. Saat ini, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram. Dengan penetapan HET tunggal untuk beras, pengawasan pemerintah akan lebih mudah.

"Jika HPP dan HET tunggal disepakati, pengawasan akan lebih mudah, petani dan konsumen pun akan diuntungkan," tambah Amran. Meskipun belum menyebutkan tanggal pasti, Amran memastikan kebijakan penghapusan klasifikasi premium dan medium akan segera diterapkan. "Mudah-mudahan secepatnya, bahkan tahun ini. Keputusan sudah diambil dalam rapat koordinasi terbatas," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar