Redaksibengkulu.co.id – Harga minyak dunia ambles di awal perdagangan Asia. Minyak mentah Brent tergelincir 0,62% ke US$ 69,24 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,58% menjadi US$ 66,94 per barel. Penyebabnya? Kenaikan produksi minyak oleh OPEC+!
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 547.000 barel per hari pada September. Keputusan ini merupakan kelanjutan dari upaya OPEC+ untuk merebut kembali pangsa pasar global di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan. Langkah ini diambil setelah pertemuan virtual singkat sejumlah anggota OPEC+, di tengah tekanan AS terhadap India terkait pembelian minyak Rusia.
Pertemuan tersebut hanya dihadiri oleh delapan anggota OPEC+, yang terdiri dari negara-negara penghasil minyak terbesar dunia seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan lainnya. Mereka sebelumnya memangkas produksi selama beberapa tahun untuk menopang harga. Namun, beberapa bulan terakhir, OPEC+ telah secara bertahap meningkatkan produksi, dimulai dari kenaikan moderat 138.000 barel per hari pada April, lalu meningkat signifikan hingga mencapai 548.000 barel per hari di Agustus.

Related Post
Meskipun terjadi peningkatan produksi, ada potensi pemangkasan produksi hingga 1,65 juta barel per hari hingga akhir tahun depan. Hal ini terungkap dari informasi dua sumber yang menyebutkan kemungkinan pemangkasan tersebut. Pertemuan selanjutnya OPEC+ dijadwalkan pada 7 September mendatang. Perkembangan ini patut dipantau mengingat OPEC+ menguasai sekitar separuh produksi minyak dunia.









Tinggalkan komentar