Heboh! Bos Intel Diduga Dekat China, Trump Minta Mundur!

Heboh! Bos Intel Diduga Dekat China, Trump Minta Mundur!

Redaksibengkulu.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan mendesak CEO Intel, Lip-Bu Tan, untuk mengundurkan diri. Desakan keras ini disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social pada Kamis (7/8/2025), menuding Tan memiliki konflik kepentingan yang serius terkait dugaan hubungan bisnisnya dengan China. "CEO INTEL sangat KONFLIK dan harus segera mengundurkan diri. Tidak ada solusi lain untuk masalah ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" tulis Trump, seperti dikutip dari CNN.

Bukan hanya Trump, Senator Partai Republik dari Arkansas, Tom Cotton, juga turut menyuarakan kekhawatiran serupa. Cotton mengirimkan surat kepada Ketua Dewan Intel, Frank Yeary, mempertanyakan integritas Lip-Bu Tan. Dalam surat tersebut, Cotton merujuk pada laporan Reuters bulan April yang menyebutkan investasi Tan di ratusan perusahaan China, beberapa di antaranya diduga terkait dengan militer Negeri Tirai Bambu. "CEO baru @intel kabarnya memiliki hubungan yang erat dengan Komunis Tiongkok. Perusahaan-perusahaan AS yang menerima hibah pemerintah seharusnya mengelola uang pajak dengan bertanggung jawab dan mematuhi peraturan keamanan yang ketat. Dewan direksi @Intel berutang penjelasan kepada Kongres," cuit Cotton di X, sembari melampirkan salinan surat tersebut.

Heboh! Bos Intel Diduga Dekat China, Trump Minta Mundur!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Desakan ini berdampak signifikan. Saham Intel (INTC) dilaporkan anjlok hampir 5% dalam perdagangan pra-pasar. Hingga berita ini diturunkan, baik Intel maupun Tan belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan dan desakan tersebut. Situasi ini tentunya memantik spekulasi dan menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan kepemimpinan Tan di perusahaan teknologi raksasa tersebut.

COLLABMEDIANET

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar