Redaksibengkulu.co.id – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengakui adanya stok beras impor tahun lalu yang masih menumpuk di gudang Bulog. Dari total cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 3,9 juta ton, sebanyak 2,8 juta ton merupakan beras dalam negeri, sisanya 1,1 juta ton merupakan sisa impor tahun sebelumnya.
Rizal menjelaskan, penyaluran beras impor tersebut dilakukan melalui program bantuan pangan beras dan Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan (SPHP). Hingga saat ini, penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai 91%, atau sekitar 332.654 ton dari total target. Ia optimis penyaluran akan rampung pada Agustus 2025.
Sementara itu, untuk program SPHP, Bulog menargetkan penyaluran 1,3 juta ton beras. Penyaluran dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk ke pengecer pasar, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, instansi pemerintah, dan ritel modern. Bahkan, TNI/Polri pun turut serta dalam distribusi beras SPHP.

Related Post
Sebelumnya, Ombudsman RI menyoroti kondisi beras impor tersebut. Anggota Ombudsman, Yeka Hendra Fatika, mengungkapkan sebagian beras telah disimpan selama lebih dari setahun dan menimbulkan bau apek. Meskipun demikian, ia menegaskan beras tersebut masih layak konsumsi setelah melalui proses pengolahan kembali. Namun, kendala regulasi yang melarang pengolahan beras apek menjadi hambatan dalam penyaluran. Kondisi ini berpotensi mengurangi pasokan beras di pasaran.









Tinggalkan komentar