Intel Gelontorkan Rp 266 T, Siap Guncang Dominasi AI!

Author Image

Hadi Wibawa

10 Agustus 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Raksasa teknologi semikonduktor, Intel, baru-baru ini membuat gebrakan besar dengan mengumumkan penawaran saham senilai US$ 15 miliar, setara dengan Rp 266,76 triliun (mengacu kurs Rp 17.784/US$). Langkah strategis ini diambil sebagai respons agresif terhadap lonjakan permintaan global akan komputasi kecerdasan buatan (AI) yang tak terbendung. Pengumuman ini, yang dilansir pada Senin (10/8/2026), menandai komitmen serius Intel untuk memperkuat posisinya di garis depan revolusi AI.

Perusahaan produsen chip terkemuka ini secara spesifik menyoroti beberapa area pertumbuhan kunci yang akan didanai. Fokus utamanya meliputi pengembangan "physical AI" – silikon yang dirancang khusus untuk aplikasi AI – serta inovasi dalam teknologi "advanced packaging". Dana segar yang terkumpul dari penawaran saham ini akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan korporasi, termasuk belanja modal (capital expenditure) yang masif dan modal kerja untuk operasional harian.

Intel Gelontorkan Rp 266 T, Siap Guncang Dominasi AI!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Gelombang investasi Intel ini bukan fenomena tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, raksasa-raksasa teknologi global telah menggelontorkan triliunan dolar untuk memenuhi dahaga pasar akan AI yang terus membengkak, sekaligus membangun infrastruktur komputasi yang esensial. Goldman Sachs bahkan memproyeksikan belanja modal untuk AI akan mencapai US$ 765 miliar tahun ini dan melonjak hingga US$ 1,2 triliun pada tahun 2027. Amazon, misalnya, menjadi salah satu perusahaan dengan proyeksi belanja tertinggi, yang sebagian besar didorong oleh kelangkaan memori.

Momentum Intel semakin diperkuat oleh kinerja keuangan mereka. Bulan lalu, perusahaan ini mencatat pertumbuhan pendapatan tercepat dalam hampir 15 tahun terakhir, didorong oleh permintaan pelanggan yang sangat kuat. Kondisi ini mendorong Intel untuk menaikkan proyeksi belanja modalnya menjadi US$ 20 miliar. David Zinsner, Chief Financial Officer Intel, mengungkapkan kepada redaksibengkulu.co.id bahwa sebagian besar dana tersebut akan difokuskan untuk peralatan pabrik, sembari mempersiapkan diri menghadapi peningkatan signifikan pada tahun 2027.

Kepercayaan pasar terhadap Intel tercermin jelas pada pergerakan sahamnya. Sepanjang tahun 2026, saham Intel telah melonjak fantastis sebesar 175%, bahkan nilainya meningkat lima kali lipat dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Kenaikan signifikan ini tak lepas dari optimisme terhadap pembangunan infrastruktur AI, serta kepemilikan saham sebesar 10% oleh pemerintah AS, sebuah langkah strategis untuk memperkuat produksi chip di dalam negeri.

Penawaran saham Intel ini juga mencakup opsi tambahan selama 30 hari, yang memungkinkan para penjamin emisi untuk membeli saham biasa senilai US$ 2,25 miliar. Ini memberikan fleksibilitas lebih bagi Intel dalam mengamankan modal yang dibutuhkan untuk ambisi AI-nya.

Related Post