Laba Permata Bank Melonjak Tajam!

Laba Permata Bank Melonjak Tajam!

Redaksibengkulu.co.id – PT Bank Permata Tbk (BNLI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang pada semester I-2025. Laba bersih perusahaan melonjak 7,6% secara tahunan (yoy) mencapai angka fantastis Rp 1,6 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kredit yang signifikan, mencapai Rp 162,6 triliun atau naik 7,4% yoy.

Kenaikan kredit tersebut terutama ditopang oleh segmen korporasi dan komersial yang masing-masing tumbuh 9,3% dan 12,2% yoy, menjadi Rp 97,1 triliun dan Rp 20,7 triliun. Sementara segmen konsumen juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 1,7% yoy, mencapai Rp 44,1 triliun.

Laba Permata Bank Melonjak Tajam!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyatakan bahwa pencapaian ini diraih di tengah tantangan ekonomi global. "Di tengah tantangan ekonomi global, kami tetap fokus menjalankan bisnis secara prudent dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui inovasi, efisiensi operasional, dan sinergi bersama Bangkok Bank," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (23/7/2025).

COLLABMEDIANET

Kualitas aset Permata Bank juga terjaga dengan baik. Rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing tercatat 2,1% dan 7%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (2,4% dan 7,8%). Perusahaan juga menerapkan kebijakan cadangan atas potensi penurunan risiko kredit secara konservatif, dengan NPL Coverage dan LAR Coverage Ratio mencapai 346% dan 101%.

Dari sisi likuiditas, Loan-to-Deposit Ratio (LDR) tercatat optimal di level 85,6%, total aset mencapai Rp 264,2 triliun (naik 2,3% yoy), dan simpanan nasabah terjaga baik di angka Rp 189,3 triliun, didorong pertumbuhan CASA sebesar 9,9%. Rasio CASA pun meningkat dari 56,3% (Juni 2024) menjadi 62,7% (Juni 2025).

Efisiensi operasional juga terlihat dari penurunan Cost to Income Ratio (CIR) menjadi 48,5% dibandingkan 49,6% pada Juni 2024. Rasio permodalan juga tergolong kuat, dengan CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 33,5% dan 25,6%. Permata Bank juga telah membagikan dividen Rp 1,1 triliun (Rp 30 per lembar saham) untuk tahun buku 2024.

Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank juga berkontribusi positif dengan laba operasional sebelum provisi mencapai Rp 385,9 miliar (naik 11,8% yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya, serta peningkatan simpanan nasabah yang didorong pertumbuhan CASA sebesar 26% yoy. Rasio CASA UUS Permata Bank mencapai 68,8%, di atas rata-rata industri perbankan syariah Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar