Langit Timur Tengah Bergejolak, Menhub Beri Peringatan!

Author Image

Hadi Wibawa

1 Maret 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah memicu kekhawatiran serius di sektor penerbangan global. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, pada Minggu (1/3/2026), mendesak seluruh maskapai penerbangan internasional untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul dampak signifikan yang mulai terasa pada rute-rute penerbangan.

Dudy menjelaskan bahwa sejumlah penerbangan internasional yang melintasi atau menuju wilayah Timur Tengah telah terdampak, dengan beberapa di antaranya terpaksa dibatalkan. "Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi," ungkap Dudy dalam keterangannya.

Langit Timur Tengah Bergejolak, Menhub Beri Peringatan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Respons cepat datang dari berbagai operator penerbangan asing yang telah membatalkan atau menangguhkan rute ke dan dari kota-kota di Timur Tengah sejak eskalasi konflik Iran-Israel. Maskapai-maskapai besar seperti Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot termasuk dalam daftar yang terdampak. Sementara itu, Saudia Airlines masih memantau situasi secara ketat, Oman Air dilaporkan beroperasi normal, dan Ethiopian Airlines tetap melayani rute biasa kecuali untuk tujuan Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).

Berbeda dengan maskapai asing, dua maskapai domestik Indonesia, Garuda Indonesia dan Lion Air, yang juga melintasi ruang udara Timur Tengah, dilaporkan tidak terpengaruh secara langsung. Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah masih beroperasi normal. Namun, sebagai langkah antisipasi, penerbangan Garuda Indonesia tujuan Amsterdam telah dialihkan rutenya melalui Kairo, Mesir.

Menhub Dudy menegaskan bahwa prioritas utama adalah keselamatan dan keamanan penerbangan. Kementerian Perhubungan terus menjalin koordinasi intensif dengan Airnav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan otoritas asing untuk memperbarui data keamanan wilayah Timur Tengah serta menjamin keamanan dan kelancaran operasional.

Kondisi ini diperparah dengan keputusan beberapa negara di kawasan tersebut untuk menutup wilayah udaranya, baik untuk penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara yang telah mengambil langkah ini antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. "Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh," tambah Dudy.

Terkait pembatalan dan penyesuaian jadwal, Dudy telah menginstruksikan maskapai dan pengelola bandara untuk memberikan penanganan komprehensif bagi penumpang yang terdampak sesuai standar operasional yang berlaku. Prosedur ini mencakup proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, fasilitasi akomodasi, serta penjadwalan ulang penerbangan.

Menhub Dudy juga memastikan bahwa operasional penerbangan di seluruh bandara Indonesia, khususnya untuk rute internasional, tetap berjalan aman, lancar, dan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

Related Post