Redaksibengkulu.co.id, Mamuju – Sebuah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional tengah digalakkan di Sulawesi Barat. Program ambisius pencetakan sawah baru seluas 868 hektare di wilayah ini ditargetkan rampung pada November 2026. Inisiatif ini diharapkan mampu mendongkrak produksi padi secara signifikan, membawa angin segar bagi sektor pertanian di provinsi tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima Redaksibengkulu.co.id pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 18:54 WIB, hamparan sawah baru ini kini mulai digarap dengan serius oleh para petani dan pihak terkait.
Proyek ini bukan sekadar penambahan lahan pertanian, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan pangan Sulawesi Barat, bahkan Indonesia. Dengan luas 868 hektare, area sawah baru ini diproyeksikan akan menjadi salah satu lumbung padi potensial, khususnya di Kabupaten Mamuju. Peningkatan produksi padi diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi pada stok pangan nasional, mengurangi ketergantungan pada impor.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, terus mengawal progres pengerjaan lahan ini. Berbagai persiapan, mulai dari sistem irigasi modern, pembukaan lahan yang efisien, hingga penyediaan bibit unggul, telah dan sedang dilakukan untuk memastikan keberhasilan program. Keterlibatan masyarakat petani setempat juga menjadi kunci utama, di mana mereka akan menjadi garda terdepan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sawah-sawah baru ini, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Also Read
Target penyelesaian pada November 2026 menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Setelah rampung, hamparan sawah ini akan segera memasuki masa tanam perdana, membuka peluang ekonomi baru bagi ribuan petani dan masyarakat sekitar. Redaksibengkulu.co.id mencatat bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengoptimalkan potensi pertanian di berbagai daerah demi ketahanan pangan yang berkelanjutan dan mandiri.




