Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sukses menggelar acara Iftar bersama media bertajuk ‘Lentera dalam Makna’. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi PNM untuk memperkenalkan lebih jauh kiprahnya dalam memberdayakan masyarakat, sekaligus membagikan kisah-kisah inspiratif dari para nasabahnya di bulan Ramadan.
Rangkaian acara dibuka dengan sesi workshop membuat kue nastar yang dipandu langsung oleh salah satu nasabah PNM Mekaar. Para peserta tidak hanya diajak menguasai teknik pembuatan kue, tetapi juga dibekali tips pengemasan menarik. Nastar hasil kreasi ini kemudian disalurkan kepada anak-anak di Yayasan Panti Rumah Azaki, menandai kepedulian sosial PNM di momen suci Ramadan.

Setelah sesi kreatif, peserta diajak menjelajahi lingkungan kerja PNM melalui office tour. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengenalkan lebih dalam dua pilar utama layanan permodalan PNM: PNM Mekaar dan ULaMM. PNM Mekaar, dengan fokus pada perempuan prasejahtera melalui pinjaman tanpa agunan, dan ULaMM, yang menyasar usaha mikro hingga kecil yang lebih mapan dengan pembiayaan beragunan.
Puncak acara dilanjutkan dengan talkshow inspiratif bertema ‘Lentera Perempuan Berdaya: Ketika Usaha Kecil Menjadi Cahaya Besar’. Sesi ini menghadirkan dua srikandi nasabah PNM Mekaar yang telah membuktikan keberhasilan mereka: Tati Mulyani, Ketua Kelompok PNM Mekaar Sumedang, dan Sri Wahyuningsih, Ketua Kelompok PNM Mekaar Lampung.
Tati Mulyani, yang telah menjadi bagian dari keluarga PNM sejak 2017, berbagi kisahnya merintis usaha sembako. Dengan pinjaman awal Rp 3.000.000, ia mengungkapkan motivasi utamanya adalah membiayai pendidikan anak-anaknya. "Awalnya saya ingin bergabung karena ingin membiayai anak. Sekarang saya bangga karena bisa memenuhi kebutuhan anak-anak dan meningkatkan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Itu semua berkat PNM," tutur Tati, dalam acara yang berlangsung baru-baru ini.
Tak kalah inspiratif, Sri Wahyuningsih, nasabah PNM sejak 2023, menceritakan perjalanannya mengembangkan usaha basreng. Sama seperti Tati, ia memulai dengan pinjaman awal sebesar Rp 3.000.000. Sri menegaskan bahwa dukungan PNM telah mengubah drastis kehidupannya. "PNM bukan hanya memberi saya modal, tetapi juga memperbaiki kehidupan saya sehingga saya mampu bangkit dan menjadi cahaya bagi anak-anak saya," ungkap Sri penuh haru.
Kedua nasabah ini sepakat merasakan beragam manfaat dari program PNM Mekaar. Selain akses permodalan yang krusial, mereka juga mendapatkan berbagai pelatihan dan pendampingan yang esensial untuk mengembangkan usaha agar semakin maju dan berkelanjutan.
Menutup rangkaian acara, PNM turut menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyerahkan santunan sebesar Rp 30.000.000 kepada Yayasan Panti Rumah Azaki, sebuah panti yang menaungi penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan menyebarkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya di bulan yang penuh berkah.