Perang Dagang Mereda! AS-China Sepakat Damai?

Perang Dagang Mereda! AS-China Sepakat Damai?

Redaksibengkulu.co.id – Amerika Serikat dan China akhirnya mencapai titik temu dalam perang dagang yang telah berlangsung lama. Kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS, Donald Trump, usai pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping, di Busan, Korea Selatan. Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak tahun 2019.

Sebagai bagian dari kesepakatan, AS setuju untuk memangkas tarif impor terhadap produk-produk China. Sebagai imbalannya, China berjanji untuk menindak tegas perdagangan ilegal fentanyl, meningkatkan pembelian kedelai dari AS, dan menangguhkan pengendalian ekspor logam tanah jarang.

Perang Dagang Mereda! AS-China Sepakat Damai?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Trump menyebut pertemuan tersebut sebagai "luar biasa" dan menyatakan bahwa tarif impor produk China akan diturunkan dari 57% menjadi 47%. Selain itu, tarif terkait perdagangan bahan baku fentanyl juga akan dipangkas separuhnya. Xi Jinping juga berkomitmen untuk menghentikan aliran fentanyl, opioid sintetis mematikan yang menjadi penyebab utama kematian akibat overdosis di AS.

COLLABMEDIANET

China juga sepakat untuk menangguhkan pengendalian ekspor logam tanah jarang yang baru diumumkan bulan ini. Logam-logam ini sangat penting dalam industri otomotif, penerbangan, dan persenjataan, dan telah menjadi salah satu alat tawar paling kuat China dalam perang dagang dengan AS. Penangguhan ini akan berlaku selama satu tahun, menurut Kementerian Perdagangan China.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menambahkan bahwa China berjanji untuk membeli 12 juta ton kedelai dari AS hingga Januari, serta melanjutkan pembelian 25 juta ton per tahun selama tiga tahun ke depan. China juga telah menyetujui perjanjian yang membuka jalan bagi TikTok untuk beroperasi di bawah kepemilikan pihak AS.

Trump juga mengungkapkan bahwa China akan membeli minyak dan gas dari AS. Bahkan, Xi Jinping secara sepihak menyatakan minat untuk ikut serta dalam proyek pembangunan pipa minyak baru di Alaska.

Sebagai bagian dari kesepakatan, AS akan menangguhkan selama satu tahun aturan baru dalam daftar entitas (Entity List) yang memperketat pembatasan perusahaan China untuk membeli teknologi terlarang melalui afiliasi mereka. Penangguhan juga berlaku bagi kebijakan yang menargetkan sektor logistik maritim dan perkapalan milik China. Kesepakatan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan perdagangan antara kedua negara dan memberikan dampak positif bagi ekonomi global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar