Peringatan! Perang AS-Israel-Iran Guncang Ekonomi Dunia!

Peringatan! Perang AS-Israel-Iran Guncang Ekonomi Dunia!

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai puncaknya dengan pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Peristiwa ini segera memicu gejolak signifikan di pasar keuangan global, dengan harga minyak melonjak drastis, dolar AS menguat, dan bursa saham dunia terpukul pada perdagangan Senin (2/3/2026).

Data dari Reuters menunjukkan, harga minyak mentah Brent melesat 8,3% mencapai US$ 78,5 per barel, setelah sempat menyentuh angka US$ 82. Sementara itu, minyak mentah AS juga tak ketinggalan, melonjak 7,5% menjadi US$ 72,02 per barel. Di tengah ketidakpastian, emas kembali menunjukkan perannya sebagai aset safe haven, dengan harganya naik 2,1% mencapai US$ 5.389 per ons.

Peringatan! Perang AS-Israel-Iran Guncang Ekonomi Dunia!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lonjakan harga minyak yang berkepanjangan ini dikhawatirkan akan memicu kembali tekanan inflasi di seluruh dunia, yang pada gilirannya akan bertindak sebagai beban tambahan bagi bisnis dan konsumen, berpotensi meredam permintaan global. Meskipun OPEC+ telah menyetujui peningkatan produksi minyak moderat sebesar 206.000 barel per hari untuk bulan April, sebagian besar pasokan tersebut masih bergantung pada rute pengiriman melalui Timur Tengah yang kini bergejolak.

COLLABMEDIANET

Konflik ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama, dan bagi para investor, gangguan pasokan energi menjadi kunci utama dalam menentukan arah pasar ke depan. Michael Field, Kepala Strategi Ekuitas Eropa di Morningstar, mengemukakan bahwa secara historis, pasar cenderung mengabaikan konflik-konflik terisolasi di Timur Tengah. Namun, kali ini situasinya berbeda. "Pasar baru akan benar-benar bereaksi ketika konflik tersebut berpotensi melibatkan seluruh wilayah," jelas Field. Saat ini, fokus investor adalah mengukur durasi konflik dan potensi keterlibatan negara-negara lain.

Dampak konflik juga terasa di pasar saham global. Indeks STOXX 600 Eropa anjlok 1,3%, mengikuti tren pelemahan bursa Asia sebelumnya. Kontrak berjangka S&P 500 AS juga terkoreksi 1%. Sektor perbankan terpukul signifikan akibat kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, disusul oleh sektor pariwisata yang merosot 3%. Saham teknologi di Eropa dan Asia juga mengalami penurunan seiring investor melepas portofolio berisiko mereka. Namun, ada pengecualian: saham-saham sektor energi justru mencatatkan kenaikan besar, bahkan sempat melonjak 4% di Eropa hingga mencapai rekor tertinggi baru.

Di pasar valuta asing, dolar AS kembali menunjukkan kekuatannya. Mata uang Negeri Paman Sam itu menguat terhadap euro, poundsterling, yen Jepang, dan franc Swiss. Dolar AS tercatat menguat 0,5% terhadap yen Jepang menjadi 157 yen, dan 0,3% terhadap franc Swiss menjadi 0,7733 franc Swiss. Gejolak ini menandai awal dari periode ketidakpastian ekonomi yang mungkin akan berlangsung lama, menuntut kewaspadaan dari para pelaku pasar dan pembuat kebijakan global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar