Redaksibengkulu.co.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,97% pada kuartal II 2025, di tengah gelombang PHK dan penurunan indeks keyakinan konsumen, dinilai valid oleh Piter Abdullah Redjalam, Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies. Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2025), Piter menegaskan bahwa angka tersebut dapat diandalkan dan bukan hasil rekayasa.
Menurutnya, konsumsi rumah tangga tetap terjaga karena beberapa faktor. Kelompok menengah ke atas memiliki daya beli yang stabil, sehingga konsumsi mereka tidak terlalu terpengaruh oleh gejolak ekonomi. Sementara itu, konsumsi rumah tangga di kalangan bawah tetap terjaga berkat bantuan sosial (bansos) pemerintah yang berperan sebagai penyangga perekonomian mereka. "Kelompok bawah ini konsumsinya sangat elastis. Dengan adanya bansos, konsumsi mereka tetap bertahan, sehingga secara keseluruhan konsumsi tetap terjaga," jelas Piter.
Meskipun pertumbuhan konsumsi rumah tangga belum mencapai angka yang signifikan, Piter menilai angka tersebut wajar mengingat kondisi perekonomian saat ini. Ia menambahkan bahwa pertumbuhan konsumsi pada triwulan I dan II 2025, yang berada di bawah 5%, merupakan angka yang realistis. "BPS tidak mengada-ada dalam melaporkan angka konsumsi ini," tegasnya. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12% pada kuartal II 2025.

Related Post









Tinggalkan komentar