Redaksibengkulu.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru-baru ini bertemu dengan US Charge d’ Affaires ad interim, Ambassador Peter M. Haymond, di Kementerian Keuangan. Pertemuan Jumat (1/8/2025) itu membahas kemitraan strategis ekonomi antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia, khususnya peningkatan kemudahan berinvestasi di Indonesia.
Sri Mulyani, dalam unggahan Instagram pribadinya @smindrawati, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berfokus pada upaya Indonesia menciptakan iklim investasi yang kondusif. Salah satu strategi kunci yang dibahas adalah deregulasi dan penyederhanaan birokrasi. Langkah ini, menurut Sri Mulyani, merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efisiensi dan daya tarik investasi global.
"Kami membahas upaya Indonesia dalam menciptakan kemudahan berbisnis, termasuk melalui deregulasi," ungkap Sri Mulyani. Ia menambahkan bahwa penyederhanaan birokrasi diharapkan mampu mendongkrak daya saing usaha Indonesia di kancah internasional dan menarik lebih banyak investasi asing.

Related Post
Lebih lanjut, Sri Mulyani dan Ambassador Peter sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral, terutama di sektor ekonomi dan pembangunan. Keduanya optimistis bahwa kolaborasi yang lebih erat akan menguntungkan kedua negara. "Saya dan Ambassador Peter berharap kolaborasi ini akan terus berkembang demi kemajuan bersama dan berkomitmen untuk terus merawat hubungan baik antara AS dan Indonesia," pungkas Sri Mulyani. Pertemuan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekonomi di mata dunia.









Tinggalkan komentar