Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara terbuka mengakui adanya tantangan besar dalam penyerapan alumni penerima beasiswa di Indonesia. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengungkapkan bahwa industri nasional saat ini belum sepenuhnya siap menampung para lulusan berprestasi yang telah menempuh pendidikan di kampus-kampus terbaik dunia.
Menyikapi kondisi ini, LPDP tengah menggodok kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, untuk menciptakan ekosistem yang lebih kondusif. "Apakah LPDP menjamin nanti kalau mereka pulang mendapat pekerjaan? Itu kelihatannya di luar jangkauan LPDP, ya makanya kita bicarakan ekosistem," ujar Sudarto dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Rabu lalu.

Sudarto menekankan bahwa upaya penyerapan ribuan alumni LPDP bukanlah tanggung jawab tunggal satu lembaga. Menurutnya, diperlukan sinergi lintas sektoral agar investasi negara pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas tinggi tidak sia-sia. "Itu ya terus kami bicarakan, kami koordinasikan, kami kerjasamakan saat ini dengan industri, termasuk dengan Danantara agar ekosistem tersebut terbangun," tambahnya.
Also Read
Jurus Fleksibel: Magang Global Hingga Dua Tahun
Sembari menunggu kesiapan industri dalam negeri, LPDP menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel, atau disebut "in between". Kebijakan ini memungkinkan para alumni untuk tidak langsung kembali ke tanah air, melainkan diizinkan untuk menjalani program magang di luar negeri selama maksimal dua tahun.
Strategi magang dua tahun ini bertujuan agar para lulusan dari kampus-kampus unggulan dunia dapat terlebih dahulu mengumpulkan pengalaman kerja di level global. Harapannya, ketika mereka kembali ke Indonesia, industri nasional sudah lebih siap, dan para alumni membawa "brain gain" atau keahlian yang lebih matang dan relevan yang dapat diaplikasikan untuk kemajuan bangsa.
"Ada pertanyaan kekhawatiran apakah kalau industri nasional belum siap apakah ada kewajiban pulang? Makanya kebijakan hingga saat ini adalah in between, di tengah-tengah. Anda tetap pulang, tetapi ya kalau Anda bisa magang di sana dua tahun, kami kasih waktu," jelas Sudarto.
Ia menambahkan, dalam beberapa kasus khusus, terutama jika alumni terlibat dalam riset atau desain tingkat tinggi yang sulit diakses, LPDP akan mengeluarkan "letter of guarantee" untuk mempermudah perpanjangan visa mereka. "Kalau ada anak Indonesia masuk ke situ kami akan izinnya akan keluarkan letter of guarantee sehingga visanya bisa diperpanjang, ini yang kita lakukan untuk saat ini," pungkas Sudarto, menegaskan komitmen LPDP dalam mendukung perjalanan karier para alumninya.




