VIRAL! Bos LPDP Ingatkan Alumni: Ingat, Itu Duit Pajak!

Author Image

Hadi Wibawa

25 Februari 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, menyampaikan peringatan tegas kepada seluruh alumni penerima beasiswa LPDP. Pernyataan ini muncul menyusul viralnya kontroversi seorang alumni berinisial DS yang mengutarakan pandangan "cukup saya WNI, anak jangan", yang sontak memicu perdebatan publik. Sudarto menekankan pentingnya menjaga etika, moral, serta nilai-nilai kebangsaan, mengingat seluruh dana beasiswa yang dinikmati berasal dari uang pajak rakyat Indonesia.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu lalu, Sudarto secara gamblang mengingatkan, "Sekali lagi, Anda semuanya bisa berpendidikan tinggi, S2, S3, ataupun fellowship, serta berbagai kegiatan lain di LPDP, itu semua berasal dari uang rakyat." Ia menegaskan bahwa eksistensi LPDP berlandaskan pada kepercayaan publik. Oleh karena itu, para alumni diimbau untuk membuktikan bahwa dana abadi di bidang pendidikan ini merupakan investasi jangka panjang yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia.

VIRAL! Bos LPDP Ingatkan Alumni: Ingat, Itu Duit Pajak!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Ada jargon sekarang, Jangan lupa ya lu pakai duit pajak. Ingat itu, Lu pakai duit pajak. Bahwa LPDP ini dibentuk, terbentuk, berjalan terus karena kepercayaan daripada masyarakat," tegas Sudarto, mengutip ungkapan yang kini populer di media sosial.

Sudarto juga menyampaikan permohonan maaf atas nama LPDP dan seluruh alumni, menyebut insiden ini sebagai pengingat berharga bagi pihaknya untuk terus berbenah. "Ini adalah pengingat kita dan mohon kami terus diingatkan terus lebih baik, terus membawa dana abadi pendidikan ini memang berdampak pada Indonesia maju," harapnya, menunjukkan komitmen untuk perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan dana pendidikan.

Kronologi Kontroversi yang Memicu Peringatan

Pemicu peringatan ini adalah insiden viral yang melibatkan DS, seorang perempuan pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas. Dalam sebuah video yang diunggahnya, DS memperlihatkan momen haru saat membuka paket yang dinanti-nantikannya, berisi surat dari Home Office Inggris. Surat tersebut secara resmi menyatakan bahwa anak keduanya telah diterima sebagai warga negara Inggris, lengkap dengan paspor Inggris yang menyertainya.

Dalam video tersebut, DS secara eksplisit menyatakan niatnya untuk mengupayakan kewarganegaraan asing bagi anak-anaknya. "I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya, memicu gelombang kritik dan perdebatan mengenai nasionalisme dan tanggung jawab alumni penerima beasiswa.

Perlu diketahui, ketentuan LPDP mewajibkan seluruh penerima beasiswa (awardee) dan alumni untuk melaksanakan masa pengabdian kontribusi di Indonesia. Durasi pengabdian ini setara dengan dua kali masa studi ditambah satu tahun. Dari penelusuran Redaksibengkulu.co.id, diketahui bahwa DS telah menuntaskan studi S2-nya dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017. Ia juga telah menyelesaikan seluruh masa pengabdiannya sesuai ketentuan. Namun, sang suami, AP, dilaporkan masih memiliki kewajiban pengabdian kontribusi yang belum tuntas.

Insiden ini menjadi sorotan tajam, mengingatkan kembali esensi dan tujuan mulia LPDP sebagai lembaga yang mengelola dana abadi pendidikan demi kemajuan bangsa, yang sepenuhnya didanai oleh keringat rakyat melalui pajak.

Related Post