Author Image

Hadi Wibawa

23 April 2026, 08:25 WIB

Terkuak! Jurus Pamungkas BI Bikin Rupiah Perkasa Lawan Dolar

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Bank Indonesia (BI) menunjukkan optimisme tinggi terhadap pergerakan nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar keuangan global. Bank sentral meyakini mata uang Garuda akan tetap stabil dan bahkan berpotensi menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Keyakinan ini didasari oleh serangkaian strategi dan kebijakan stabilisasi yang terus diperkuat.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers virtual pada Rabu (22/4/2026), menegaskan bahwa BI tidak tinggal diam. "Bank Indonesia meningkatkan intensitas intervensi valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Perry. Intervensi ini dilakukan secara komprehensif, mencakup pasar NDF (Non-Deliverable Forward) luar negeri, offshore NDF, serta transaksi spot dan domestic non-delivery forward (DNDF) di pasar dalam negeri. Langkah ini menjadi benteng pertahanan utama rupiah dari tekanan eksternal.

Tak hanya itu, BI juga memperkukuh struktur suku bunga instrumen moneternya. Kebijakan ini dirancang khusus untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing, sehingga menambah pasokan valuta asing di pasar domestik dan memperkuat fundamental rupiah. Perry menambahkan, BI juga melakukan penyesuaian ambang batas (threshold) dalam kebijakan transaksi valuta asing.

"Bank Indonesia memperkuat kebijakan transaksi valuta asing dengan tunai beli valas terhadap rupiah, peningkatan threshold jual di NDF atau forward, serta peningkatan threshold beli dan jual Swap yang berlaku mulai April 2026," terang Perry, merinci langkah-langkah penyesuaian yang diharapkan memberikan fleksibilitas dan efektivitas lebih dalam menjaga stabilitas.

Meskipun pada 21 April 2026 nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,87% (point to point) menjadi Rp 17.140 per dolar AS dibandingkan posisi akhir Maret 2026, BI tetap memandang prospek ke depan dengan positif. Pelemahan ini dianggap sebagai fluktuasi jangka pendek yang tidak mengubah fundamental kuat rupiah.

"Ke depan, Bank Indonesia sangat yakin nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat," tegas Perry. Keyakinan ini ditopang oleh tiga pilar utama: komitmen kuat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas, imbal hasil investasi yang menarik di pasar domestik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid dan menjanjikan. Dengan jurus-jurus pamungkas ini, rupiah diharapkan mampu tahan banting dan perkasa menghadapi tantangan global.


Related Post