BRIN Pamer Teknologi Gas: Impor Minggir, Devisa Aman!

Author Image

Hadi Wibawa

6 Agustus 2026, 14:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Ratusan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini menyambangi Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat, membawa kabar gembira sekaligus terobosan signifikan di sektor energi. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, mereka memperkenalkan teknologi mutakhir Adsorbed Natural Gas (ANG) yang digadang-gadang mampu merevolusi lanskap energi nasional, memangkas ketergantungan impor gas, dan secara signifikan menghemat devisa negara.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan bahwa ANG merupakan produk potensial dengan prospek cerah, meski belum sepenuhnya merambah pasar komersial. "Ini adalah salah satu poin penting untuk revolusi energi di Indonesia," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (6/8/2026). Ia menambahkan, inovasi ini menawarkan solusi konkret untuk menekan impor gas, yang pada akhirnya akan berujung pada penghematan devisa yang substansial bagi Indonesia.

BRIN Pamer Teknologi Gas: Impor Minggir, Devisa Aman!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Keunggulan lain dari teknologi ANG terletak pada tingkat keamanannya yang tinggi, berkat kemampuannya beroperasi pada tekanan gas yang jauh lebih rendah dibandingkan metode konvensional. Arif bahkan membuka peluang besar bagi ANG untuk menjadi alternatif pengganti LPG yang saat ini banyak digunakan masyarakat. "Jika ANG bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar, maka ini sangat berpotensi menjadi pengganti LPG. Ini adalah salah satu andalan kami yang akan memberikan solusi di bidang energi," tegasnya, menyoroti potensi perubahan paradigma dalam penggunaan energi rumah tangga.

Redaksibengkulu.co.id melansir dari laman resmi BRIN, teknologi inti di balik ANG adalah Metal Organic Frameworks (MOF). Material berpori ini menjanjikan solusi penyimpanan gas alam (metana) yang efisien dan aman sebagai pengganti LPG untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Keunggulan MOF terletak pada kemampuannya menyimpan gas pada tekanan yang lebih rendah, densitas energi volumetrik yang kompetitif, serta fleksibilitas dalam aplikasinya.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Joddy Arya Laksmono, menjelaskan capaian signifikan dalam pengembangan MOF. "Saat ini, BRIN telah berhasil menciptakan MOF dengan daya serap gas mendekati 95%, dan pengujian kami sudah mencapai 700 kali siklus," papar Joddy. Ia menambahkan, target ambisius BRIN adalah mencapai 1.000 siklus, yang berarti material MOF dapat digunakan minimal selama lima tahun. "Setelah itu, hanya MOF-nya saja yang diganti, sementara tabung tetap sama," jelasnya, menyoroti efisiensi jangka panjang dari teknologi ini.

Secara teknis, ANG memanfaatkan material adsorben berpori seperti MOF untuk menyimpan gas alam pada tekanan yang jauh lebih rendah dibandingkan Compressed Natural Gas (CNG). Ini tidak hanya meningkatkan aspek keselamatan dan efisiensi penyimpanan, tetapi juga berpotensi mengurangi biaya sistem secara keseluruhan. Kendati demikian, pengembangan teknologi ANG masih memerlukan riset lanjutan untuk mencapai skala komersial yang luas. MOF sendiri merupakan material revolusioner dengan struktur nano-pori unik, berbasis jaringan logam dan ligan organik, yang memiliki luas permukaan internal luar biasa tinggi—bahkan mencapai lebih dari 7.000 m² per gram material. Struktur ini memungkinkan MOF menyerap dan menyimpan gas alam dalam volume yang jauh lebih besar pada tekanan rendah.

Dalam konteks aplikasi rumah tangga, teknologi ini diwujudkan dalam bentuk tabung gas absorber berbasis MOF. Tabung ini dirancang untuk menyimpan gas alam pada tekanan rendah, menjadikannya jauh lebih aman dari risiko ledakan, lebih ringan, dan berpotensi memangkas biaya distribusi secara signifikan dibandingkan tabung LPG konvensional yang kini mendominasi dapur masyarakat. Inovasi BRIN ini membuka lembaran baru dalam upaya mewujudkan kemandirian energi dan keamanan pasokan gas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Related Post